Berita Lhokseumawe
Massa Tuntut Status Bencana Nasional, Danrem Bubarkan Pawai Bintang Bulan
Kolonel Inf Ali Imran, memimpin langsung pembubaran aksi pawai pengibaran bendera Bintang Bulan di kawasan Simpang Kandang
“Kerusakan infrastruktur dan penderitaan masyarakat sangat besar. Tanpa penanganan secara nasional, proses pemulihan pascabencana dikhawatirkan akan memakan waktu puluhan tahun,” ujarnya.
Aksi damai diawali dengan berkumpulnya massa di kawasan Nibong. Sekira pukul 13.30 WIB, massa bergerak melakukan konvoi kendaraan roda dua dan roda empat menuju Kantor Bupati Aceh Utara dan DPRK Aceh Utara di Landing, Kecamatan Lhoksukon, yang menjadi pusat aksi.
Rute konvoi dimulai dari Simpang Point A-Simpang Cibrek dan berakhir di halaman Kantor Bupati serta DPRK Aceh Utara. Sebagian massa lainnya datang dari arah Pantonlabu, Lhoksukon, dan sekitarnya. Di lokasi aksi, para peserta menyampaikan orasi dari atas mobil komando dan membentangkan spanduk tuntutan penetapan status Bencana Nasional.
Aksi tersebut turut diwarnai pengibaran bendera Bintang Bulan, bendera putih polos, serta atribut bergambar logo Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB/United Nations). Bendera putih dimaknai sebagai simbol duka, keprihatinan, dan permohonan pertolongan bagi masyarakat Aceh dan Sumatera yang terdampak banjir.
Selain itu, sejumlah peserta membawa poster bertuliskan pesan berbahasa Inggris yang menyerukan perhatian dan bantuan internasional terhadap krisis kemanusiaan akibat banjir. Poster tersebut mencerminkan harapan agar lembaga internasional turut memantau dan mendorong percepatan bantuan kemanusiaan.
Koordinator aksi menegaskan bahwa penggunaan bendera putih dan atribut PBB tidak bermuatan politik internasional. “Kami ingin dunia tahu bahwa masyarakat Aceh sedang menghadapi kondisi darurat kemanusiaan. Ini adalah seruan empati, bukan provokasi,” ujar salah seorang orator.
Dalam aksi tersebut, penyelenggara juga mengundang anggota DPRK Aceh Utara untuk hadir dan menyampaikan orasi sebagai bentuk dukungan serta penyaluran aspirasi masyarakat. “Aksi ini murni bersifat damai dan kemanusiaan. Kami berharap para wakil rakyat berdiri bersama masyarakat untuk menyuarakan penderitaan dan kebutuhan mendesak para korban banjir,” kata Muhammad Chalis.
Aksi damai berlangsung tertib dan mendapat pengawalan aparat keamanan TNI dan Polri. Melalui aksi ini, massa berharap pemerintah pusat dan seluruh pihak terkait dapat memberikan perhatian serius serta mengambil langkah konkret dan menyeluruh dalam penanganan dan pemulihan pascabencana banjir di Aceh dan Sumatera.(zak/jaf)
Berita Lhokseumawe
Massa Tuntut Status Bencana Nasional
Status Bencana Nasional
Danrem Bubarkan Pawai Bintang Bulan
Pawai Bintang Bulan
Kasus Pengibaran Bendera Bintang Bulan
Danrem Ali Imran
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| Cegah Muncul Titik Api Baru di Tumpukan Kayu Bekas Banjir di Sawang, Ini Upaya Polres Lhokseumawe |
|
|---|
| Cuaca di Lhokseumawe Panas Menyengat, Ini Prediksi Cuaca Sebagian Aceh Hingga Tiga Hari Kedepan |
|
|---|
| Tumpukan Kayu Sisa Banjir di Sawang Aceh UtaraTerbakar |
|
|---|
| KSM Lhokseumawe Sembelih 6 Hewan Kurban |
|
|---|
| Komunitas Seni Minang di Lhokseumawe Potong 6 Hewan Kurban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Bintang-Bulan-di-aksi-GRAB.jpg)