Jumat, 24 April 2026

Berita Aceh Besar

Kesaksian Syech Muharram: Suara Gemuruh Bak Kapal, Tsunami Datang Melahap Kampung

Kesaksian itu disampaikannya di hadapan jamaah saat kegiatan doa dan dzikir bersama mengenang 21 tahun tsunami di kawasan Masjid Rahmatullah

|
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Amirullah
Serambinews.com/Indra Wijaya
BERI SAMBUTAN - Bupati Aceh Besar memberi sambutan pada peringatan ke-21 Tsunami Aceh di Masjid Rahmatullah Lampuuk, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, Jumat (26/12/2025). 

Saat Peringatan 21th Tsunami di Masjid Rahmatullah Lampuuk

SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR – Dalam suasana hening dan penuh haru, Bupati Aceh Besar, Muharram Idris membagikan kesaksiannya sebagai salah satu saksi hidup tragedi tsunami Aceh 26 Desember 2004. 

Kesaksian itu disampaikannya di hadapan jamaah saat kegiatan doa dan dzikir bersama mengenang 21 tahun tsunami di kawasan Masjid Rahmatullah, Lampuuk, Aceh Besar, Jumat (26/12/2025).

Dengan nada lirih, Syech Muharram menggambarkan detik-detik terjadinya gempa dahsyat berkekuatan 8,9 Skala Richter yang berlangsung cukup lama. Tak lama setelah gempa, air laut di pesisir surut secara tidak biasa, sebuah tanda alam yang kala itu belum dipahami masyarakat.

“Waktu itu orang tidak mengerti. Ketika air laut surut, sebagian masyarakat malah turun ke laut mencari ikan. Tidak ada edukasi tsunami yang diwariskan kepada kami,” katanya.

Ia menceritakan, sesaat setelah air laut surut, terdengar suara gemuruh yang awalnya disangka suara kapal besar yang melintas. Namun tak lama kemudian, terlihat gelombang air laut datang berbaris lurus seperti benang, dengan ketinggian yang luar biasa.

Gelombang pertama mematah di tepi pantai. Gelombang kedua datang lebih tinggi, diperkirakan mencapai 20 hingga 30 meter, dan menghancurkan seluruh perkampungan.

Ketika gelombang kedua menerjang daratan, hampir seluruh bangunan dan pemukiman luluh lantak. Tidak ada yang tersisa, kecuali satu bangunan yang tetap berdiri kokoh di tengah kehancuran.

Masjid Rahmatullah Lampuuk tetap berdiri kokoh saat Tsunami 2004 menerjang kawasan itu
Masjid Rahmatullah Lampuuk tetap berdiri kokoh saat Tsunami 2004 menerjang kawasan itu (SERAMBINEWS.COM/IST)

Baca juga: Cara Daftar Sekolah Kedinasan 2026: Kuliah Gratis, Lulus Langsung Jadi CPNS

“Ketika gelombang kedua lewat, semua habis. Yang tersisa hanya satu, Masjid Rahmatullah ini,”ucapnya.

Ia menambahkan, setelah gelombang kedua, gelombang ketiga dan beberapa gelombang kecil lainnya menyusul dan akhirnya bertemu di kawasan Simpang Rima. Lokasi tersebut kemudian menjadi tempat berkumpulnya puing-puing bangunan dan jasad para korban tsunami.

21 tahun pasca tsunami Aceh, ia mengatakan, hal tersebut menjadi pembelajaran akan pentingnya mitigasi bencana dan pentingnya mewariskan sejarah serta pengetahuan kebencanaan kepada generasi muda. Menurutnya, tragedi tsunami harus menjadi pelajaran berharga agar kejadian serupa tidak kembali memakan korban besar.

“Jepang mampu meminimalisir korban bencana karena mereka konsisten mengedukasi anak cucunya tentang sejarah dan mitigasi bencana. Hal ini harus kita lakukan di Aceh,” tegasnya.

Dalam doa bersama tersebut, masyarakat memanjatkan doa khusus bagi para korban gempa dan tsunami Aceh tahun 2004 yang merenggut ratusan ribu nyawa, serta bagi korban banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada 26 November 2025 di sejumlah kabupaten di Aceh.

Syech Muharram juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga korban bencana alam terbaru. Ia menegaskan bahwa musibah tersebut menjadi duka bersama yang harus ditanggapi dengan solidaritas, kepedulian, dan gotong royong.

Baca juga: Ceramah di MRB, UAS Tekankan Takdir Allah dan Tanggung Jawab Manusia Jaga Lingkungan

Dirinya juga menyinggung dampak bencana banjir dan tanah longsor yang saat ini menyisakan lumpur setinggi satu hingga tiga meter tertinggal di rumah-rumah warga, meninggalkan penderitaan yang berkepanjangan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved