Kamis, 4 Juni 2026

INFO BPJN ACEH

Haji Uma Apresiasi BPJN Aceh atas Pembukaan Akses Aceh Tengah–Bener Meriah

“Sejak 28 November 2025, mereka bekerja siang dan malam. Sejumlah ruas jalan sudah berhasil dibuka, termasuk jalur Pameu–Beutong

Tayang:
Penulis: Alga Mahate Ara | Editor: IKL
Serambinews.com/Alga Mahate Ara
Haji Uma saat berkunjung ke Kampung Toweren, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Kamis (25/12/2025). 

Laporan Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh, H Sudirman atau Haji Uma, mengapresiasi kinerja Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh yang dinilai bekerja maksimal dalam membuka kembali akses jalan terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Apresiasi tersebut disampaikan Haji Uma setelah melakukan kunjungan ke Kabupaten Aceh Tengah serta berdiskusi dengan pihak BPJN Aceh saat kunjungan ke Beutong beberapa waktu lalu. 

Baca juga: Tim Gabungan BPJN Aceh Bersihkan Lumpur di Jalan Utama Kabupaten Aceh Tamiang

Dari pertemuan itu, ia memperoleh informasi terkait progres penanganan jalan pascabencana yang terus dikebut.

“Sejak 28 November 2025, mereka bekerja siang dan malam. Sejumlah ruas jalan sudah berhasil dibuka, termasuk jalur Pameu–Beutong dan ruas Bireuen–Takengon,” ujar Haji Uma kepada Serambinews.com, Kamis (25/12/2025).

Pemeran Ayah Yusniar dalam film komedi Aceh, Eumpang Breuh itu mengatakan, meski masih terdapat beberapa kekurangan di lapangan, kondisi jalan saat ini sudah jauh membaik dan dapat dilalui masyarakat. 

Hal tersebut dinilai sangat membantu distribusi logistik serta mobilitas warga pascabencana.

Pembukaan akses jalan ini dinilai krusial, mengingat Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah sempat terisolasi hampir tiga pekan akibat terputusnya jalur utama karena banjir bandang dan longsor. 

Dampaknya, sejumlah kebutuhan pokok mengalami kelangkaan dan kenaikan harga.

Bahkan, tidak sedikit warga yang terpaksa berjalan kaki menempuh jarak puluhan kilometer menuju Lhokseumawe dan Bireuen untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Haji Uma berharap, penanganan darurat yang telah dilakukan dapat segera dilanjutkan dengan perbaikan permanen, mengingat kerusakan infrastruktur akibat banjir bandang cukup luas.

“Kita tahu penanganan ini membutuhkan anggaran besar karena lebih dari 100 ruas jalan dan jembatan terdampak. Oleh karena itu, konsistensi dan keberlanjutan pekerjaan menjadi sangat penting,” katanya.

Menurut Haji Uma, pemulihan infrastruktur jalan merupakan salah satu kunci utama dalam mempercepat pemulihan ekonomi dan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak bencana. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved