Rabu, 13 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

ASAR Humanity Inisiasi Gerakan Gotong Royong Negeri, Sumatera Bangkit Kembali

Aceh dipilih sebagai fokus awal karena luasnya dampak banjir dan kompleksitas pemulihan yang dibutuhkan

Tayang:
Penulis: Hendri Abik | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
ASAR Humanity menginisiasi gerakan “Gotong Royong Negeri, Sumatera Bangkit Kembali”, sebuah movement campaign untuk mendampingi pemulihan masyarakat pascabencana banjir di Sumatera, dengan fokus awal di wilayah Aceh. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Hendri | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH — Di negeri ini, gotong royong bukan sekadar tradisi, melainkan cara masyarakat Indonesia bertahan dan bangkit bersama. 

Dari kampung ke kampung, dari generasi ke generasi, nilai saling membantu inilah yang menjadi kekuatan utama bangsa—bahkan menjadi salah satu fondasi lahirnya kemerdekaan Indonesia.

Berangkat dari semangat tersebut, ASAR Humanity menginisiasi gerakan “Gotong Royong Negeri, Sumatera Bangkit Kembali”, sebuah movement campaign untuk mendampingi pemulihan masyarakat pascabencana banjir di Sumatera, dengan fokus awal di wilayah Aceh.

Gerakan ini tidak diposisikan sebagai kerja satu lembaga, melainkan sebagai gerakan bersama yang mengajak masyarakat, relawan, komunitas, mitra, media, dunia usaha, hingga pemerintah setempat untuk terlibat dan berkontribusi sesuai perannya masing-masing.

“Pemulihan tidak bisa dikerjakan sendirian. Ia membutuhkan waktu, tenaga, dan kebersamaan. Gotong royong adalah kekuatan utama masyarakat kita sejak dulu, dan nilai itulah yang ingin kami hidupkan kembali hari ini,” ujar Purwadi Nugroho, Direktur Komunikasi & Media ASAR Humanity.

Baca juga: Mulai Hari Ini, Jembatan Bailey Kuta Blang Sudah Bisa Kendaraan, Kapasitas Maksimal 30 Ton

Ia menegaskan bahwa setiap elemen masyarakat memiliki ruang untuk ikut bergotong royong dalam gerakan ini.

“Siapa pun bisa terlibat. Teman-teman ojek daring bisa menyisihkan sebagian rezekinya dari setiap order, komunitas musisi bisa bergerak lewat karya, tukang cukur bisa berbagi dari setiap layanan, dan masyarakat luas bisa berkontribusi melalui donasi, ide, tenaga, doa, hingga menyebarkan narasi kebaikan di media sosial. Inilah gotong royong,” 

“Bahkan, kami membayangkan gotong royong ini hadir dalam bentuk yang lebih terhubung. Paguyuban masjid-masjid di Depok bergotong royong membangun satu masjid di Aceh

Sekolah-sekolah di Jakarta bersama-sama membantu membangun kembali satu sekolah di Aceh

Pesantren-pesantren di Bogor bersatu untuk mendukung pemulihan satu pesantren di Aceh. Inilah wajah gotong royong negeri—di mana komunitas membantu komunitas, dari mana pun berada.” tambahnya.

Berbeda dengan pendekatan yang seragam, gerakan Gotong Royong Negeri dilakukan secara bertahap dan kontekstual, menyesuaikan dengan kebutuhan serta kesiapan masing-masing wilayah. 

Baca juga: 320 Perusahaan Tambang dan Sawit Beroperasi di Aceh, Sudah Bantu Apa untuk Korban Banjir? 

ASAR Humanity melakukan pemetaan area terdampak untuk memastikan setiap aksi pemulihan berjalan tepat guna, bermartabat, dan berkelanjutan—tanpa memaksakan proses di wilayah yang belum siap memasuki tahap pemulihan.

Fokus utama gerakan ini adalah manusia dan keberlanjutan. Tidak hanya membangun kembali infrastruktur, tetapi juga memulihkan aktivitas hidup warga, menguatkan peran masyarakat sebagai pelaku utama pemulihan, serta menumbuhkan kembali rasa kebersamaan pascabencana.

Aceh dipilih sebagai fokus awal karena luasnya dampak banjir dan kompleksitas pemulihan yang dibutuhkan. Ke depan, gerakan ini diharapkan dapat diperluas dan direplikasi ke wilayah lain di Sumatera sesuai dengan kondisi dan kesiapan lapangan.

Baca juga: 1.000 Praja IPDN Diterjunkan ke Aceh Tamiang dan Aceh Utara Mulai Januari 2026

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved