Pendidikan Dayah
Proses Pendidikan Dayah Putri Muslimat Samalanga Dihentikan Sementara
Proses pendidikan di Dayah Putri Muslimat Samalanga, Kabupaten Bireuen, terpaksa dihentikan sementara setelah lembaga pendidikan tersebut
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
Ringkasan Berita:
- Dayah Putri Muslimat Samalanga menaungi pendidikan berjenjang SMP Muslimat, SMA Muslimat, serta pendidikan dayah mu‘adalah.
- Namun, akibat bencana tersebut, seluruh aktivitas belajar mengajar lumpuh total.
- Sekretaris Yayasan Al Hanafiah Dayah Putri Muslimat Samalanga, Abi Muhajir, mengatakan bahwa setelah hampir satu bulan pascabencana, pihak dayah akhirnya memutuskan untuk memulangkan seluruh santri.
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Proses pendidikan di Dayah Putri Muslimat Samalanga, Kabupaten Bireuen, terpaksa dihentikan sementara setelah lembaga pendidikan tersebut dihantam banjir bandang yang meninggalkan endapan lumpur tebal di seluruh area dayah.
Dayah Putri Muslimat Samalanga menaungi pendidikan berjenjang SMP Muslimat, SMA Muslimat, serta pendidikan dayah mu‘adalah. Namun, akibat bencana tersebut, seluruh aktivitas belajar mengajar lumpuh total.
Sekretaris Yayasan Al Hanafiah Dayah Putri Muslimat Samalanga, Abi Muhajir, mengatakan bahwa setelah hampir satu bulan pascabencana, pihak dayah akhirnya memutuskan untuk memulangkan seluruh santri.
“Mulai hari ini semua santri kami minta pulang karena kondisi sudah relatif kondusif, meski sarana dan prasarana belum pulih sepenuhnya,” ujar Abi Muhajir, Sabtu (27/12/2025).
Baca juga: Layanan Pendidikan di Gayo Lues Tetap Berjalan Fleksibel Pascabencana
Menurutnya, keputusan itu diambil demi menjaga keselamatan dan kesehatan santri, sembari menunggu proses pemulihan fasilitas pendidikan. Banjir bandang yang melanda kawasan tersebut membuat aktivitas pendidikan tidak mungkin dijalankan dalam kondisi normal.
Abi Muhajir yang juga alumni Dayah MUDI Samalanga menyebutkan bahwa dukungan moral dari berbagai pihak, termasuk sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama, menjadi penguat bagi pengelola dayah di tengah minimnya bantuan.
Salah seorang simpatisan, Adam Wali asal Pidie, turut hadir meninjau langsung kondisi dayah dan menyampaikan keprihatinannya. Ia memberikan dukungan moral serta bantuan terbatas kepada pengelola.
“Kami percaya pendidikan ini adalah amanah. Meski tanpa sorotan dan bantuan besar, kami tetap berusaha bangkit,” kata Abi Muhajir.
Hingga kini, Dayah Putri Muslimat Samalanga masih menantikan kebijakan dan perhatian yang berpihak agar proses pendidikan santriwati dapat kembali berjalan normal.
Para pengelola menegaskan bahwa mereka tidak berharap dimanjakan, melainkan membutuhkan dukungan nyata agar lembaga pendidikan pesantren tidak terus menjadi pihak terakhir yang diperhatikan pascabencana.
“Banjir memang telah berlalu dan lumpur mulai mengering, namun sampai kapan lembaga pendidikan berbasis pesantren harus selalu berjuang sendiri?” ungkapnya.
Keluhan serupa disampaikan Abdullah, salah seorang wali santri asal Pidie. Ia mengaku heran dengan minimnya perhatian pemerintah terhadap lembaga pendidikan yang terdampak berat bencana.
“Dayah ini mendidik anak-anak perempuan, calon ibu generasi Aceh. Tapi ketika musibah datang, seolah dibiarkan berjuang sendiri,” kata Abdullah.
| Aceh Timur Siapkan Santri Unggul Lewat Pembinaan Kaligrafi |
|
|---|
| Dayah dan Madrasah Wakaf Barbate Diluncurkan, Santri Dapat Fasilitas Belajar Gratis |
|
|---|
| Ribuan Santri Dayah Tauthiatuth Thullab Gelar Pertemuan di Arongan |
|
|---|
| Abi Daud Hasbi Pimpin Dayah Terpadu Inshafuddin |
|
|---|
| Ketua Komisi VI DPRA Tgk Irawan Abdullah Minta MADA Bekerja Profesional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dayah-09ihjk.jpg)