Jumat, 8 Mei 2026

INFO BPJN ACEH

Puluhan Alat Berat Dikerahkan untuk Pulihkan Jalan dan Jembatan Putus di Wilayah Tengah

BPJN Aceh mengerahkan puluhan unit alat berat untuk menangani kerusakan infrastruktur akibat bencana hidrometeorologi

Tayang:
Penulis: Alga Mahate Ara | Editor: IKL
Dok BPJN Aceh.
Alat Berat Dikerahkan untuk Pulihkan Jalan dan Jembatan Putus di Wilayah Tengah 

Laporan Alga Mahate Ara | Aceh Tengah 

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh mengerahkan puluhan unit alat berat untuk menangani kerusakan infrastruktur akibat bencana hidrometeorologi yang memutus akses jalan nasional di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. 

Langkah percepatan ini dilakukan guna memastikan konektivitas antar-kabupaten kembali pulih sepenuhnya pada awal tahun 2026.

Kepala Satker PJN Wilayah 3, Azis, menyatakan bahwa pengerjaan saat ini difokuskan pada pembersihan material longsor dan perbaikan badan jalan yang terputus. 

Berdasarkan data terkini, jalur Takengon menuju Ise-Ise yang sebelumnya hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, ditargetkan sudah fungsional bagi kendaraan roda empat pada 2 Januari 2026 mendatang.

"Tim di lapangan juga sedang bekerja ekstra melakukan pembersihan material di kawasan Lampahan Timur. Fokus kami dalam dua hari terakhir adalah membersihkan area Meunasah KMAP agar masyarakat bisa segera kembali beribadah dengan nyaman," ujar Azis.

Setelah penanganan di Lampahan selesai, tim akan segera bergeser untuk melakukan pemasangan box culvert dan penimbunan di Jamur Ujung pada awal Januari.

 Jembatan Jamur Ujung yang saat ini masih terputus ditargetkan kembali fungsional pada 15 Januari 2026. 

Selama proses perbaikan, arus lalu lintas dialihkan sementara melalui jalur alternatif di Kecamatan Bukit, Bener Meriah.

Pihak BPJN mencatat titik tersulit dalam proses pemulihan berada di lintasan antara Kemerleng hingga Isaq, Kecamatan Linge. 

Kondisi badan jalan yang kritis di wilayah tersebut menyebabkan kendaraan roda empat belum dapat melintas. 

Sebaliknya, jalur dari Ise-Ise menuju Blangkejeren hingga batas Sumatera Utara dipastikan sudah berfungsi normal untuk kendaraan roda empat.

Secara keseluruhan, BPJN Aceh menyiagakan total 38 unit excavator, 7 unit wheel loader, 17 unit dump truck, 5 unit motor grader, serta alat berat pendukung lainnya seperti dozer dan breaker. 

Pengerahan armada besar-besaran ini bertujuan menangani 342 titik longsor dan 16 unit jembatan yang putus di seluruh Provinsi Aceh demi memulihkan roda ekonomi masyarakat.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved