Selasa, 26 Mei 2026

Berita Bireuen

Waspada! Penyakit Bermunculan Pascabanjir, Simak Penjelasan Dekan FK Umuslim

Satu bulan pascabanjir di Bireuen, berbagai penyakit mulai menyerang pengungsi, seperti ISPA, gatal, hingga hipertensi.

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Yusmandin Idris
PENGOBATAN PENGUNGSI BANJIR - Sejumlah dokter dari Fakultas Kedokteran (FK) Umuslim bersama IDI Bireuen, dan mitra medis, Minggu (28/12/2025), memberikan pelayanan kesehatan kepada warga korban banjir di Jambo Kajeung, Kecamatan Kutablang, Bireuen. 

Ringkasan Berita:
  • Satu bulan pascabanjir di Bireuen, berbagai penyakit mulai menyerang pengungsi, seperti ISPA, gatal, hingga hipertensi.
  • Dekan FK Umuslim, dr Zumirda, menegaskan ancaman terbesar adalah penyebaran virus seperti varicella.
  • FK Umuslim bersama IDI Bireuen turun langsung memberi layanan kesehatan gratis dan menyalurkan bantuan sosial.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Satu bulan pasca banjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen, kondisi kesehatan masyarakat terutama para pengungsi mulai mengkhawatirkan. 

Beragam penyakit terdeteksi muncul di sejumlah lokasi pengungsian, khususnya di daerah yang masih terisolir.

Hal ini disampaikan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim (FK Umuslim), dr Zumirda SpB-ET, FISA, FINACS, yang juga menjabat sebagai Ketua IDI Bireuen.

Paparan tersebut disampaikan dr Zumirda saat melakukan pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis di Desa Jambo Kajeung, Kutablang, Minggu (28/12/2025).

Menurut dr Zumirda, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) FK Umuslim bersama IDI Bireuen yang tergabung dalam Program Tanggap Darurat Bencana DPPM Kemendikti Saintek telah mendeteksi berbagai penyakit di lapangan.

Baca juga: Seratusan Pengungsi Diserang Penyakit, Polres Lhokseumawe Gelar Pengobatan Gratis

Penyakit yang paling banyak ditemukan antara lain:

  • Gatal-gatal dan infeksi jamur
  • Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA)
  • Penyakit jantung dan nyeri dada
  • Gangguan psikologis dan vertigo
  • Luka yang sulit sembuh akibat terpapar air bercampur lumpur
  • Gangguan THT, infeksi telinga, serta masalah pada mata
  • Gangguan saraf, stroke, kebas, dan hipertensi

Baca juga: Ancaman Penyakit Pascabencana, PAPDI Aceh Beri Pengobatan Gratis untuk Warga Tripa Makmur Nagan

Di Desa Jambo Kajeung, kondisi sanitasi air masih buruk karena endapan lumpur yang belum dibersihkan. 

Hal ini memperbesar risiko penyebaran penyakit menular.

Ancaman Penyebaran Virus

Dekan FK Umuslim menegaskan, bahwa pascabanjir, ancaman terbesar adalah penyebaran virus. 

Salah satunya adalah varicella (cacar air) yang berpotensi meluas di lingkungan pengungsian.

Jika ditemukan kasus berbahaya, pasien segera dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

“Pascabanjir, yang paling ditakutkan adalah penyebaran virus. Jika ada kasus berbahaya, langsung kami rujuk,” jelas dr Zumirda.

Baca juga: VIDEO Pengungsi Derita Penyakit, Polres Lhokseumawe Gelar Pengobatan Gratis

Untuk mencegah meluasnya penyakit, dr Zumirda menyarankan agar di Desa Jambo Kajeung dan daerah terdampak lainnya segera dibangun sumur bor serta septic tank.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved