Berita Bireuen
Waspada! Penyakit Bermunculan Pascabanjir, Simak Penjelasan Dekan FK Umuslim
Satu bulan pascabanjir di Bireuen, berbagai penyakit mulai menyerang pengungsi, seperti ISPA, gatal, hingga hipertensi.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- Satu bulan pascabanjir di Bireuen, berbagai penyakit mulai menyerang pengungsi, seperti ISPA, gatal, hingga hipertensi.
- Dekan FK Umuslim, dr Zumirda, menegaskan ancaman terbesar adalah penyebaran virus seperti varicella.
- FK Umuslim bersama IDI Bireuen turun langsung memberi layanan kesehatan gratis dan menyalurkan bantuan sosial.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Satu bulan pasca banjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen, kondisi kesehatan masyarakat terutama para pengungsi mulai mengkhawatirkan.
Beragam penyakit terdeteksi muncul di sejumlah lokasi pengungsian, khususnya di daerah yang masih terisolir.
Hal ini disampaikan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim (FK Umuslim), dr Zumirda SpB-ET, FISA, FINACS, yang juga menjabat sebagai Ketua IDI Bireuen.
Paparan tersebut disampaikan dr Zumirda saat melakukan pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis di Desa Jambo Kajeung, Kutablang, Minggu (28/12/2025).
Menurut dr Zumirda, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) FK Umuslim bersama IDI Bireuen yang tergabung dalam Program Tanggap Darurat Bencana DPPM Kemendikti Saintek telah mendeteksi berbagai penyakit di lapangan.
Baca juga: Seratusan Pengungsi Diserang Penyakit, Polres Lhokseumawe Gelar Pengobatan Gratis
Penyakit yang paling banyak ditemukan antara lain:
- Gatal-gatal dan infeksi jamur
- Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA)
- Penyakit jantung dan nyeri dada
- Gangguan psikologis dan vertigo
- Luka yang sulit sembuh akibat terpapar air bercampur lumpur
- Gangguan THT, infeksi telinga, serta masalah pada mata
- Gangguan saraf, stroke, kebas, dan hipertensi
Baca juga: Ancaman Penyakit Pascabencana, PAPDI Aceh Beri Pengobatan Gratis untuk Warga Tripa Makmur Nagan
Di Desa Jambo Kajeung, kondisi sanitasi air masih buruk karena endapan lumpur yang belum dibersihkan.
Hal ini memperbesar risiko penyebaran penyakit menular.
Ancaman Penyebaran Virus
Dekan FK Umuslim menegaskan, bahwa pascabanjir, ancaman terbesar adalah penyebaran virus.
Salah satunya adalah varicella (cacar air) yang berpotensi meluas di lingkungan pengungsian.
Jika ditemukan kasus berbahaya, pasien segera dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
“Pascabanjir, yang paling ditakutkan adalah penyebaran virus. Jika ada kasus berbahaya, langsung kami rujuk,” jelas dr Zumirda.
Baca juga: VIDEO Pengungsi Derita Penyakit, Polres Lhokseumawe Gelar Pengobatan Gratis
Untuk mencegah meluasnya penyakit, dr Zumirda menyarankan agar di Desa Jambo Kajeung dan daerah terdampak lainnya segera dibangun sumur bor serta septic tank.
penyakit
penyakit pascabanjir
pengungsi banjir
Fakultas Kedokteran Umuslim
Dekan FK Umuslim
Bireuen
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| Tgk Rusli Daud Khatib Shalat Idul Adha di Masjid Agung Bireuen, Ini Daftar Khatib Lainnya |
|
|---|
| Mulai Besok, Kendaraan Roda 4 dari Banda Aceh Menuju Medan Diarahkan ke Jembatan Awe Geutah Paya |
|
|---|
| Harga Daging Meugang Pertama di Kota Bireuen Rp 190 Ribu |
|
|---|
| 10 Siswa Bireuen Akan Mewakili Bireuen ke O2SN Tingkat Provinsi, Ini Namanya |
|
|---|
| Pasar Murah di Kota Juang Bireuen Diserbu Pembeli, Besok di Gandapura |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dekan-FK-Umuslim-sebut-penyakit-bermunculan-pasca-banjir.jpg)