Minggu, 26 April 2026

Banjir Landa Aceh

Ancaman Penyakit Pascabencana, PAPDI Aceh Beri Pengobatan Gratis untuk Warga Tripa Makmur Nagan

Salah satu dokter spesialis yang terlibat dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa mayoritas pasien yang datang berobat mengalami radang saluran...

Penulis: Rizwan | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Dok PAPDI
PAPDI Aceh melakukan pengobatan gratis di lokasi bekas banjir di Tripa Makmur, Nagan Raya, Kamis (18/12/2025). 

 

Ringkasan Berita:
  • Pascabanjir bandang di Tripa Makmur, Nagan Raya, warga menghadapi ancaman penyakit akibat debu sisa banjir, sanitasi air yang belum pulih, dan terbatasnya akses layanan kesehatan.
  •  Kasus ISPA, penyakit kulit, serta penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol banyak ditemukan.
  • PAPDI Aceh menggelar pengobatan gratis di Drien Tujuh, Tripa Makmur, pada Kamis (18/12/2025).
  • Warga dari berbagai usia rela mengantre untuk mendapatkan pemeriksaan langsung dari dokter spesialis.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rizwan I Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE -  Pascabanjir bandang yang melanda wilayah Tripa Makmur, Nagan Raya adanya ancaman penyakit menjadi persoalan serius bagi masyarakat. 

Debu sisa banjir, sanitasi air yang belum pulih, serta keterbatasan akses layanan kesehatan menyebabkan meningkatnya kasus gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan penyakit kulit.

Terkait kondisi tersebut, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Aceh turun ke lapangan dengan menggelar pengobatan gratis bagi warga terdampak di Tripa Makmur, Kamis (18/12/2025).

Kegiatan kemanusiaan ini menyasar masyarakat di wilayah Drien Tujuh, Kecamatan Tripa Makmur, yang antusias memadati lokasi pelayanan sejak pagi hari.

Tim PAPDI Aceh terdiri dari tiga dokter spesialis penyakit dalam, yakni dr. Edi Hidayat, SpPD, FINASIM, AIFO-K, FISQua, dr Muldani Nosarios SpPD, FINASIM, dan dr Radyana Putri SpPD, didukung oleh apoteker, perawat, serta tenaga kesehatan lainnya.

Kolaborasi lintas profesi ini dilakukan guna memastikan pelayanan medis berjalan optimal dan menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.

Salah satu dokter spesialis yang terlibat dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa mayoritas pasien yang datang berobat mengalami radang saluran pernapasan akut, diduga kuat akibat menghirup debu dan partikel sisa banjir. 

Selain itu, cukup banyak ditemukan penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol, akibat terputusnya akses pengobatan selama masa bencana. 

Baca juga: Rangka Jembatan Bailey Tiba di Nagan, Bupati TRK: Bisa Bebaskan Isolir Beutong Ateuh dan ke Takengon

Penyakit kulit dan gatal-gatal juga banyak dikeluhkan warga, berkaitan dengan kualitas sanitasi dan air bersih yang belum memadai.

Kegiatan pengobatan gratis ini terlaksana berkat kerja sama dengan Puskesmas Lung Keubet Jagat. 

Turut hadir Kepala Puskesmas Lung Keubet Jagat, Dewi Sartika, Amk, serta Kepala Desa Drin Tujuh, Juliadi, yang menyambut hangat kehadiran tim medis spesialis di wilayah mereka. 

"Kehadiran para dokter dinilai menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama ini harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan lanjutan," jelasnya.

Antusiasme warga terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung dan warga dari berbagai usia rela mengantre demi mendapatkan pemeriksaan langsung dari dokter spesialis, sebuah kesempatan yang jarang mereka peroleh, terlebih dalam situasi pascabencana.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved