Banjir Landa Aceh
Baut Jembatan Hilang Dibuka Oknum, Mualem: Kurang Ajar Itu Namanya
“Kan kurang ajar itu namanya. Kita imbau sadarlah,” kata Mualem usai rapat koordinasi bersama Satgas Pemulihan Bencana di Banda Aceh, Selasa.
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Nurul Hayati
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, memberikan tanggapan perihal pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak terkait adanya dugaan sabotase berupa hilangnya baut pada jembatan bailey yang dibangun di Aceh.
Mualem mengatakan, terkait baut yang hilang tersebut, ia menyesalkan perbuatan orang tak bertanggung jawab yang mengambil kesempatan di tengah peristiwa bencana yang melanda Aceh.
“Kan kurang ajar itu namanya. Kita imbau sadarlah,” kata Mualem usai rapat koordinasi bersama Satgas Pemulihan Bencana di Banda Aceh, Selasa (30/12/2025).
Ia mengatakan, jembatan tersebut dibangun untuk mempermudah mobilitas masyarakat pascabencana. Infrastruktur itu dibangun untuk kepentingan masyarakat.
Ia mengibaratkan, jika jembatan tersebut ambruk, yang dirugikan adalah masyarakat. “Kalau ambruk, sembako macam mana orang pasok,” ujarnya.
Minta Dikirim Daging Jelang Ramadhan
Dikatakan Mualem, dalam rapat tersebut ia juga meminta agar menjelang Ramadhan, pemerintah pusat memasok daging beku ke Aceh.
Pasalnya, Aceh memiliki tradisi meugang menjelang bulan puasa.
Tradisi meugang identik dengan hidangan berbahan daging.
“Tadi saya sampaikan kepada Mensos dan Menkeu. Aceh kalau meugang tidak makan daging itu tidak sah. Daging paling mahal itu ada di Aceh. Hari biasa Rp 200 ribu per kilo. Mungkin saat ini sampai Rp 300 ribu dijual per kilo,” ujarnya.
Karenanya, ia memohon adanya bantuan berupa daging sapi utuh untuk diberikan kepada masyarakat terdampak agar tetap dapat menikmati tradisi tersebut.
“Ini saran saya. Karena banyak ternak yang mati akibat banjir. Lalu kepada PUPR atau Perhubungan, agar perlu ada ekskavator lima unit yang menggunakan ban karet, supaya bisa cepat akses ke lapangan. Jadi saat longsor bisa cepat ditangani,” pungkasnya.(*)
Baca juga: Fokus Kebutuhan Dasar, PMI Kirim 120 Ribu Pakaian untuk Warga Terdampak Banjir Sumatra
| Disdikbud Aceh Utara Terapkan Pembelajaran Darurat Pasca Banjir, Utamakan Keselamatan Siswa |
|
|---|
| Kadin Tinjau Pembangunan Rumah Bantuan Bagi Penyintas Banjir di Pidie jaya |
|
|---|
| Tamiang Kebut Pembangunan Huntara |
|
|---|
| Warga Lubuksidup, Aceh Tamiang Mulai Direlokasi ke Huntara |
|
|---|
| Safrizal Minta Pembangunan Jembatan Dikebut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Gubernur-Aceh-Muzakir-Manaf-atau-Mualem-memberikan-tanggapan-perihal-pernyataan-KASD.jpg)