Berita Aceh Barat
Kemenag Aceh Barat Optimalkan Lahan Wakaf dengan Tanaman Produktif
Penanaman dilakukan di atas tanah wakaf yang terletak di Gampong Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Kemenag Aceh Barat Optimalkan Lahan Wakaf dengan Tanaman Produktif
SERAMBINEWS.COM, ACEH BARAT — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, H Abrar Zym, bersama jajaran pimpinan dan aparatur di lingkungan Kemenag Aceh Barat melaksanakan penanaman bibit tanaman produktif di atas lahan wakaf seluas kurang lebih 1,5 hektare, Rabu (31/12/2025).
Kegiatan ini melibatkan Kasubbag Tata Usaha, para Kepala Seksi, Kepala KUA, serta para Kepala Madrasah.
Adapun berbagai jenis tanaman yang ditanami yaitu pisang, kelapa dan lain-lainnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan pemanfaatan tanah wakaf agar bernilai produktif dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi umat.
Penanaman dilakukan di atas tanah wakaf yang terletak di Gampong Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat.
Tanah tersebut merupakan wakaf dari H Umar Munassar dan Hasballah, dengan ikrar wakaf dilaksanakan pada 31 Desember 2005.
Lahan tersebut kemudian disertifikatkan pada 2 Januari 2008 oleh Badan Pertanahan Nasional dan ditandatangani langsung oleh Kepala BPN saat itu, Drs Budi Yazir.
Baca juga: Seribuan ASN Kemenag Aceh Barat Gelar Istighasah dan Doa Bersama Peringati HAB ke-80
Ke depan, di atas lahan wakaf tersebut direncanakan akan dibangun Asrama Haji dan Rumah Sakit Haji untuk melayani jamaah haji Aceh Barat.
Ketua Panitia Pelaksana Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama, H Suhadi, berharap rencana pembangunan tersebut dapat segera terealisasi.
“Di atas lahan wakaf ini direncanakan akan dibangun Asrama Haji dan Rumah Sakit Haji. Kita doakan bersama agar pembangunan gedung yang menjadi dambaan masyarakat ini dapat segera terwujud,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Barat, H Abrar Zym, menegaskan pentingnya pengelolaan tanah wakaf secara produktif.
Menurutnya, wakaf tidak hanya harus dijaga secara administratif, tetapi juga dimanfaatkan secara optimal untuk kemaslahatan umat.
“Tanah wakaf harus produktif. Ke depan, saya mengajak seluruh ASN dan satuan kerja agar lahan ini benar-benar dirawat dan dijaga dengan baik, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” kata Abrar Zym.
Seorang warga setempat, Ayani, yang dikenal dekat dengan jajaran Kementerian Agama Aceh Barat, menyampaikan bahwa selama ini lahan tersebut telah dimanfaatkan untuk menanam pisang, kelapa, serta usaha ternak.
Sebagian hasil dari usaha pertanian tersebut disedekahkan kembali ke masjid.
“Harapannya, pahala dari orang-orang yang telah mewakafkan tanah ini terus mengalir,” ujar Ayani.
(Serambinews.com/Agus Ramadhan)
Baca dan Ikuti Berita Serambinews.com di GOOGLE NEWS
Bergabunglah Bersama Kami di Saluran WhatsApp SERAMBINEWS.COM
| Prof. Zulkarnain Beri Kuliah Umum di MES STAIN Meulaboh, Bahas Fiqih Siyasah Era Digital |
|
|---|
| Dekranasda Aceh Barat Dorong Pelajar Kenal dan Kembangkan Kerajinan Lokal |
|
|---|
| Lapas Meulaboh Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine, Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba dan Penipuan |
|
|---|
| Polres Aceh Barat Geledah DP3AKB Terkait Dugaan Korupsi Dana BOKB |
|
|---|
| ASN di Aceh Barat Tak Boleh Tercatat di Desil 1-5, Wajib Perbaharui, Jika Tidak, Akan Di-nonjobkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kemenag-Aceh-Barat-Optimalkan-Lahan-Wakaf-dengan-Tanaman-Produktif.jpg)