Minggu, 10 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Anggota DPRA Desak Mualem Manfaatkan Kayu Bencana untuk Kepentingan Umum

“Misalnya kayu yang menumpuk di pesantren di Aceh Tamiang, kayunya kan bisa dimanfaatkan, diuangkan, lalu uang itu dikembalikan ke pesantren,

Tayang:
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/IST
Anggota DPRA, Khalid melintas jembatan yang memperlihatkan bongkahan kayu yang memenuhi sungai di Pidie Jaya, dua hari lalu. 

 


Laporan wartawan Serambi Indonesia, Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Anggota DPRA dari Golkar, Khalid meminta Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem agar mengeluarkan maklumat yang melarang pihak-pihak tertentu mengambil kayu bencana untuk mencari keuntungan.

“Misalnya kayu yang menumpuk di pesantren di Aceh Tamiang, kayunya kan bisa dimanfaatkan, diuangkan, lalu uang itu dikembalikan ke pesantren, tidak boleh diambil oleh pemerintah, apalagi pihak tertentu,” kata Khalid di Banda Aceh, Rabu (31/12/2025).

Khalid menerangkan, setiap kayu yang masih bisa dimanfaatkan agar diperuntukkan untuk kepentingan umum.

Tidak boleh diambil oleh pemerintah ataupun negara secara cuma-cuma, apalagi pihak tertentu.

“Setiap kayu yang masuk ke dalam perkarangan pesantren, sekolah, kantor, ataupun halaman rumah orang, harusnya itu menjadi hak orang tersebut. Karena mereka yang menerima dampak langsung berupa kehancuran,” ujarnya.

Setidaknya, lanjut Khalid, dengan uang tersebut bisa digunakan untuk membangun kembali gedung-gedung yang rusak atau memenuhi kebutuhan lainnya.

Sehingga rakyat tidak hanya menerima kehancuran, tapi juga merasakan manfaatnya.

Karena itu, dibutuhkan maklumat atau kebijakan dari Gubernur Aceh agar kayu bencana tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu.

 “Karena kita dengar kayu-kayu di lokasi bencana mulai diambil oleh pihak-pihak tertentu,” ungkap dia.

Baca juga: Bingung Lihat Kayu Gelondongan Pascabanjir, Bupati Aceh Tamiang Minta Kepastian Hukum Pemerintah

Untuk diketahui, bencana banjir bandang yang melanda sejumlah daerah di Aceh turut membawa serta gelondongan kayu besar yang kemudian menghancurkan pemukiman penduduk dan fasilitas publik.

Kayu-kayu tersebut juga mengubur rumah-rumah penduduk dan merusak fasilitas umum.

Bahkan gelondongan kayu dengan berbagai ukuran memenuhi sungai yang menghambat aliran air.

"Sekarang kita lihat, di mana-dimana kayu memenuhi aliran sungai. Dan bongkahan kayu ini harus segera dibersihkan agar tidak menimbulkan persoalan baru, sebab cuaca masih belum normal," tutup Khalid.(*)

 

 

 

IST

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved