Sri Wahyuzha mengaku tantangan yang menanti. Ia menegaskan pembenahan akan dimulai dari internal perusahaan, baik dari sisi manajemen maupun sistem kerja. Perubahan, katanya, tidak dapat dilakukan secara instan, tetapi harus berjalan konsisten dan terukur.
Di akhir sambutannya, Bupati Pidie kembali mengingatkan, “Jabatan adalah amanah. Jalankan dengan jujur dan bertanggung jawab, karena yang kita layani adalah masyarakat.” tegasnya.
Bagi Sri Wahyuzha, sumpah dengan Al-Qur’an di atas kepala bukan sekadar simbol. Seperti firman Allah SWT, “Dan penuhilah janji, karena sesungguhnya janji itu akan dimintai pertanggungjawaban.” (QS. Al-Isra: 34).
Di sanalah kepemimpinan itu akan diuji pada air yang benar-benar mengalir ke rumah-rumah warga Pidie, dan pada amanah yang harus dijaga hingga akhir masa jabatan.(*)