Rabu, 29 April 2026

Berita Bireuen

Haji Uma Cek Jembatan Bailey Teupin Mane, Minta Semua Pihak Sinergi dan Tak Berspekulasi soal Baut

Menurut Haji, pengecekan langsung di lapangan penting dilakukan agar semua pihak memperoleh gambaran yang utuh dan objektif.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO
Anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh, H Sudirman Haji Uma SSos, meninjau langsung Jembatan Bailey di Desa Teupin Mane, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Rabu (31/12/2025).  

Haji Uma Cek Jembatan Bailey Teupin Mane, Minta Semua Pihak Sinergi dan Tak Berspekulasi soal Baut

SERAMBINEWS.COOM, BIREUEN — Anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh, H Sudirman Haji Uma SSos, meninjau langsung Jembatan Bailey di Desa Teupin Mane, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Rabu (31/12/2025). 

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi jembatan sekaligus meluruskan informasi yang berkembang terkait dugaan hilangnya sejumlah baut pada jembatan darurat penghubung jalur Bireuen ke Bener Meriah dan Aceh Tengah. 

Kehadiran Haji Uma ke lokasi bertujuan agar informasi yang beredar tidak berkembang liar dan menimbulkan polemik di tengah masyarakat. 

Menurutnya, pengecekan langsung di lapangan penting dilakukan agar semua pihak memperoleh gambaran yang utuh dan objektif.

“Hari ini saya datang ke lokasi dalam kapasitas selaku anggota Komite I DPD RI yang turut membidangi bidang keamanan, bertujuan ingin melihat langsung kondisi di lapangan secara riil,”

“Supaya memperoleh informasi objektif terhadap polemik yang berkembang di ranah publik agar tidak menjadi konsumsi liar", ujar Haji Uma. 

Baca juga: Haji Uma Apresiasi BPJN Aceh atas Pembukaan Akses Aceh Tengah–Bener Meriah

Berdasarkan hasil peninjauan, Haji Uma menilai Jembatan Bailey tersebut masih bersifat darurat dan belum sepenuhnya rampung. 

Ia juga menemukan adanya perbedaan pada salah satu bagian konstruksi jembatan yang menjadi perhatian publik dalam beberapa hari terakhir.

“Setelah kita lihat langsung, memang ada satu bagian yang berbeda dari sisi cat dan konstruksinya. Namun hal ini perlu disikapi dengan kepala dingin dan tidak tergesa-gesa menyimpulkan,” katanya.

Ia menambahkan, jika dilihat dari sisi nilai ekonomi, baut yang diduga hilang tersebut relatif kecil.

Karena itu, ia meminta semua pihak tidak saling menuduh dan lebih mengedepankan prinsip keselamatan dan kepentingan masyarakat pengguna jembatan.

“Kalau motifnya pencurian, di lokasi ini masih banyak material lain yang secara nilai ekonomisnya lebih tinggi. Jadi yang terpenting sekarang adalah memastikan jembatan ini aman digunakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Baca juga: Haji Uma Minta TNI/Polri Tak Represif Soal Bendera Bulan Bintang Saat Aksi Kemanusiaan Banjir Aceh

Selanjutnya Haji Uma juga menekankan pentingnya pengamanan di sekitar jembatan, mengingat jembatan Bailey merupakan jembatan darurat dengan arus lalu lintas yang cukup tinggi. 

Menurutnya,  pengaturan lalu lintas dan pengawasan perlu dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved