Rabu, 29 April 2026

Berita Nagan Raya

Bupati Nagan Raya TRK Turunkan Tim Tinjau Gelembung Gas di Desa Gunong Cut

Gelembung gas tersebut ditemukan pada beberapa titik dan mulai terpantau setelah banjir yang melanda wilayah itu pada 26 November 2025 lalu.

Tayang:
Penulis: Rizwan | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/Dok Kominfo
GELEMBUNG GAS - Tim Pemkab Nagan Raya turun ke lokasi temuan gelembung gas di Desa Gunong Cut, Darul Makmur, Sabtu (3/1/2026) sore. 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kabupaten Nagan Raya menurunkan tim ke lokasi penemuan gelembung gas yang muncul di permukaan tanah di pinggir Sungai Desa Gunong Cut, Kecamatan Darul Makmur.
  • Gelembung gas tersebut ditemukan pada beberapa titik dan mulai terpantau setelah banjir yang melanda wilayah itu pada 26 November 2025 lalu.
  • Lokasi semburan gas telah dipasangi pembatas sementara dan dipantau secara berkala oleh aparat desa bersama unsur terkait guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rizwan | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya menurunkan tim ke lokasi penemuan gelembung gas yang muncul di permukaan tanah di pinggir Sungai Desa Gunong Cut, Kecamatan Darul Makmur.

Hal ini disampaikan Bupati Nagan Raya, Dr. TR Keumangan SH MH, melalui Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah, Zulkifli SPd, dalam keterangan pers Minggu (4/1/2026).

“Sesuai arahan Bapak Bupati TRK, Pemkab Nagan Raya telah mengirimkan tim ke lokasi untuk meninjau secara langsung serta mengidentifikasi titik-titik keluarnya gelembung gas,” ujar Zulkifli.

Gelembung gas tersebut ditemukan pada beberapa titik dan mulai terpantau setelah banjir yang melanda wilayah itu pada 26 November 2025 lalu.

Lokasi semburan gas telah dipasangi pembatas sementara dan dipantau secara berkala oleh aparat desa bersama unsur terkait guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca juga: Warga Temukan Gelembung Gas di Lokasi Bekas Banjir

Pemkab Nagan Raya juga akan melakukan kajian lebih lanjut terkait fenomena ini dengan berkoordinasi bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh.

Kajian ini bertujuan untuk memastikan jenis dan kandungan gas, sumber kemunculannya, serta potensi dampaknya terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Zulkifli menegaskan, “Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyalakan api di sekitar lokasi, tidak mendekati titik keluarnya gas, serta mengikuti arahan aparat setempat hingga hasil kajian resmi diterbitkan.”

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Nagan Raya, Jasman SE MSi, menyatakan hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan atau gangguan signifikan terhadap aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

“Informasi lebih lanjut akan disampaikan secara resmi setelah hasil kajian dan pemeriksaan teknis diterima dari Dinas ESDM Aceh,” tambah Jasman usai melakukan peninjauan langsung ke lokasi bersama pihak desa dan unsur terkait lainnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved