Kamis, 4 Juni 2026

Berita Aceh Timur

Buaya Serang Ayah dan Anak di Aceh Timur Saat Seberangi Sungai dengan Sampan, Seorang Diterkam

Seorang petani bernama Hasan (50) hilang diterkam buaya saat menyeberangi Sungai Peunaron bersama anak dan keponakannya.

Tayang:
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Saifullah
angkapan Layar YouTube ABC News
PETANI DITERKAM BUAYA - Seorang petani bernama Hasan (50), hilang diterkam buaya saat pulang meladang bersama anak dan keponakannya menggunakan sampan pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. 

Ringkasan Berita:
  • Seorang petani bernama Hasan (50) hilang diterkam buaya saat menyeberangi Sungai Peunaron bersama anak dan keponakannya.
  • Anak dan keponakan berhasil selamat, sementara korban diseret predator ke dalam air dan belum ditemukan.
  • Tim gabungan Polsek, Koramil, BKSDA, dan SAR Aceh Timur masih melakukan pencarian meski terkendala cuaca dan kondisi sungai.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Seorang petani bernama Hasan (50), hilang diterkam buaya saat pulang meladang pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. 

Informasi didapatkan Serambinews.com pada Minggu (4/1/2026), Hasan yang merupakan warga Dusun Dataran Indah, Desa Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, saat kejadian sedang menyeberangi sungai bersama dengan anak dan keponakannya.

Kapolsek Serbajadi, AKP Sudirman menjelaskan, bahwa Hasan bersama anaknya yaitu Ali (25), dan keponakannya Aji (26), kala itu sedang dalam perjalanan pulang dari ladang dengan menggunakan sampan. 

Tiba di kawasan Lubuk Kanis yang merupakan aliran Sungai Peunaron, tiba-tiba seekor buaya mundur dengan cepat dari arah samping sampan dan langsung menerkam Hasan.

Serangan mendadak predator tersebut membuat sampan atau perahu yang mereka tumpangi terbalik.

Sontak, ketiga penumpang sampan tersebut jatuh ke dalam sungai.

Baca juga: Lokasi Rawan Buaya di Pulau Banyak Barat  Dipasang Papan Peringatan, Nelayan Masih Nekat Menyelam

"Anak dan keponakan korban berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke pinggir sungai,” terang Kapolsek. 

“Namun, korban langsung diseret ke dalam air oleh predator tersebut, dan tidak terlihat lagi sejak saat itu," papar Sudirman.

Personel Polsek Serbajadi yang mendapat laporan itu, langsung turun  bersama Koramil Peunaron ke kokasi. 

Tim gabungan kemudian melakukan pencarian hingga Sabtu malam, namun keberadaan korban masih belum ditemukan.

Proses pencarian bahkan diperluas dengan menyisir aliran Sungai Peunaron.

Tapi hingga pukul 20.00 WIB, belum ada tanda-tanda keberadaan korban.

Baca juga: Korban Terkaman Buaya di Ujung Sialit Aceh Singkil Mulai Pulih

Akhirnya, proses pencarian dihentikan sementara akibat tidak adanya lampu penerangan yang mencukupi serta cuaca yang ekstrem.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved