Sabtu, 25 April 2026

Banjir Landa Aceh

KNPI Aceh Bersama BPJS dan Perkasa Architect Bangun 36 MCK di Enam Kabupaten Terdampak Banjir

Aulia menjelaskan, pembangunan MCK dilakukan karena kebutuhan sanitasi di lokasi pengungsian masih sangat terbatas.

|
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/DOK. KNPI ACEH
BANGUN MCK - Pekerja sedang membangun bilik MCK bantuan KNPI Aceh bersama Serikat Pekerja BPJS Aceh, dan Perkasa Architect di Pidie Jaya, Senin (5/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • KNPI Aceh bersama Serikat Pekerja BPJS Aceh dan Perkasa Architect membangun sebanyak 36 bilik MCK (mandi, cuci, kakus) di sejumlah titik pengungsian.
  • Pembangunan MCK tersebut dinilai penting sebagai sarana dasar bagi para pengungsi guna menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan selama masa pengungsian.
  • Ketua KNPI Aceh, Aulia Rahman, mengatakan pembangunan MCK dilakukan di enam kabupaten terdampak banjir, yakni Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Pidie Jaya.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrizal | Banda Aceh 


SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Upaya pemulihan pascabanjir bandang di Aceh terus dilakukan secara kolaboratif oleh berbagai pihak.

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh bersama Serikat Pekerja BPJS Ketenagakerjaan Banda Aceh dan Perkasa Architect membangun sebanyak 36 bilik MCK (mandi, cuci, kakus) di sejumlah titik pengungsian.

Pembangunan MCK tersebut dinilai penting sebagai sarana dasar bagi para pengungsi guna menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan selama masa pengungsian.

Ketua KNPI Aceh, Aulia Rahman, mengatakan pembangunan MCK dilakukan di enam kabupaten terdampak banjir, yakni Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Pidie Jaya.

“Masing-masing kabupaten dibangun enam bilik MCK. Saat ini proses pembangunan sedang berjalan dan kita berharap seluruh MCK dapat segera digunakan dalam waktu dekat,” kata Aulia, Senin (5/1/2026).

Baca juga: Polres Aceh Timur Beri Layanan Kesehatan Gratis Untuk Korban Banjir

Aulia menjelaskan, pembangunan MCK dilakukan karena kebutuhan sanitasi di lokasi pengungsian masih sangat terbatas.

“Kita melihat bantuan sembako sudah cukup banyak disalurkan, sementara fasilitas MCK masih minim. Padahal ini sangat penting bagi kesehatan pengungsi,” ujarnya.

Ia berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan dan dijaga dengan baik oleh masyarakat, terlebih menjelang bulan suci Ramadan.

“Kita ingin kehidupan masyarakat korban banjir bisa kembali normal meskipun masih berada di pengungsian. Pembangunan MCK ini adalah salah satu upaya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,” ujar Aulia yang juga merupakan Anggota DPRK Banda Aceh.

Baca juga: Terungkap, Korban Banjir Meninggal Terbanyak Ada di Aceh Utara, 3 Lagi Jasad Ditemukan, Ini Datanya

Sebelumnya, KNPI Aceh bersama KNPI kabupaten/kota telah menyalurkan donasi masyarakat Indonesia ke sejumlah daerah terdampak, seperti Aceh Utara, Lhokseumawe, dan Aceh Timur.

Donasi tersebut awalnya dititipkan melalui perusahaan ekspedisi JNE sebanyak 50 ton atau lima truk tronton.

Namun, karena keterbatasan akses jalan menuju lokasi pengungsian, JNE bekerja sama dengan KNPI Aceh dalam proses pendistribusian bantuan.

“Sementara untuk Aceh Tamiang, bantuan telah lebih dahulu kami salurkan bersama DPP KNPI pada tanggal 6, 7, dan 8 Desember 2025,” jelas Aulia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved