Banjir Landa Aceh
Wagub Aceh Dampingi Mendagri Pimpin Apel Satgas Pemulihan di Aceh Tamiang
Mendagri Tito Karnavian didampingi Wagub Aceh Fadhlullah memimpin apel Satgas Kemendagri di Aceh Tamiang, diikuti 1.138 Praja IPDN.
Pemerintah Pusat mempercepat pemulihan layanan publik pascabencana di Aceh. Mendagri Tito Karnavian didampingi Wagub Aceh Fadhlullah memimpin apel Satgas Kemendagri di Aceh Tamiang, diikuti 1.138 Praja IPDN. Mereka diterjunkan untuk mengaktifkan kembali kantor pemerintahan, layanan kesehatan, dan roda ekonomi warga terdampak.
WAKIL Gubernur Aceh, Fadhlullah SE mendampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian memimpin Apel Pembukaan Tim Satuan Tugas Kementerian Dalam Negeri, dalam rangka percepatan aktivasi pemerintahan dan pelayanan publik pascabencana di Provinsi Aceh.
Apel yang berlangsung di Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026), tersebut diikuti lebih dari 1.138 Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang akan diterjunkan untuk membantu pemulihan kantor-kantor pemerintahan, termasuk pembersihan, penataan arsip, serta pengaktifan kembali layanan publik di wilayah terdampak bencana.
Selain Mendagri, kegiatan ini turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Menteri Koperasi dan UKM, menandakan kuatnya dukungan lintas kementerian dalam proses pemulihan Aceh, khususnya di Aceh Tamiang.
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menegaskan, Pemerintah Aceh selalu siap bersinergi penuh dengan pemerintah pusat melalui Tim Satgas Kemendagri. Ia menekankan pentingnya percepatan pemulihan layanan pemerintahan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat agar aktivitas publik dapat segera kembali berjalan normal.
Melalui apel itu, kerja terkoordinasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan unsur pendidikan kedinasan IPDN, semakin kokoh. Dan diharapkan operasional kantor pemerintahan segera kembali berfungsi, pelayanan publik pulih, serta masyarakat terdampak bencana segera mendapatkan pelayanan optimal.
Praja IPDN tiba di Aceh Tamiang Sabtu (3/1/2026) dan disambut langsung oleh Wamendagri Bima Arya. Para praja diterjunkan untuk mempercepat kembalinya fungsi-fungsi pemerintahan dan pelayanan publik di wilayah terdampak.
“Tugas kita semua di sini adalah mempercepat kembalinya fungsi-fungsi pemerintahan,” ujar Bima kepada para praja, dikutip dari siaran pers, Minggu (4/1/2026).
Ia menjelaskan, penugasan Praja IPDN difokuskan pada pembersihan dan penataan ulang kantor-kantor dinas. Selain itu juga pendampingan seluruh perangkat daerah agar pelayanan publik segera kembali berjalan. Bima mengingatkan, kondisi lapangan pascabencana tidak mudah dan menuntut kesiapan fisik, mental, serta kedisiplinan tinggi dari seluruh Praja IPDN.
“Kondisinya tidak mudah, medannya berat. Tapi yakinilah bahwa Anda semua sebagai calon pemimpin-pemimpin masa depan,” ujarnya.
Menurut Bima, penugasan di Aceh Tamiang merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter Praja IPDN. Penugasan tersebut menjadi sarana penggemblengan kepemimpinan, empati sosial, dan ketangguhan sebagai aparatur negara. “Di sini adalah kawah candradimuka, di sini adalah tempat penggemblengan dan tempat ujian bagi kalian semua,” tegasnya.
Selain mendukung pemulihan pemerintahan, Praja IPDN berpotensi dilibatkan dalam pendampingan pemulihan ekonomi masyarakat, termasuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bangkit kembali.
“Pastikan semuanya memberikan yang terbaik. Anda semua adalah pelaku sejarah. Anda semua adalah aktor-aktor yang sangat menentukan. Keringat Anda, waktu Anda, dan pikiran Anda selama di sini akan dinanti dan dibutuhkan oleh warga Aceh Tamiang,” pungkas dia.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebutkan, ada 1.138 praja IPDN yang akan diberangkatkan ke Aceh Tamiang untuk membantu mempercepat pemulihan pemerintahan daerah terdampak banjir dan tanah longsor. Para praja diberangkatkan dalam tiga kloter. Pada pemberangkatan pertama, sebanyak 413 praja dikirim ke lokasi.
“Pada pagi hari ini, kita memberangkatkan sebanyak 413, kloter pertama IPDN dan ASN (Aparatur Sipil Negara) Kemendagri ke Aceh melalui Medan. Setelah itu mereka nanti akan jalan darat ke Aceh Tamiang,” ujar Tito, Sabtu (3/1/2026).
Sementara, sisanya akan berangkat pada hari ini, Minggu (4/1/2026) pagi. Eks Kapolri-nya itu mengatakan, seluruh murid yang ditugaskan akan lengkap berada di Aceh Tamiang pada Senin (5/1/2026). “Jadi, totalnya 1.138. Yang tanggal 5 nanti, Insyaallah nanti sudah lengkap ada di sana,” kata Tito.(yos)
Banjir Landa Aceh
Banjir dan Longsor di Aceh
Praja IPDN ke Aceh
Wakil Gubernur Fadhlulllah
Mendagri M Tito Karnavian
Wagub Aceh Dampingi Mendagri Pimpin Apel Satgas Pe
Serambinews.com
Serambi Indonesia
Serambinews
| Tamiang Butuh Rp 500 M untuk Perbaiki Tambak |
|
|---|
| Sempat Banjir Susulan, Kabdisdik Wilayah Aceh Utara Instruksikan Sekolah Gotong Royong |
|
|---|
| Kejar Ketertinggalan Belajar Pascabanjir, Murid SD di Aceh Tamiang Belajar Metode Berhitung Gasing |
|
|---|
| 4 Bulan Pascabanjir, Ratusan Sekolah di Aceh Utara Masih Belajar di Lantai |
|
|---|
| Al-Farlaky Kembali Uji Publik Bantuan Rumah BNPB |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Wagub-Aceh-Dampingi-Mendagri-Pimpin-Apel-Satgas-Pemulihan-di-Aceh-Tamiang.jpg)