Selasa, 28 April 2026

Berita Banda Aceh

KKN Tahun Ini Berbeda! 719 Mahasiswa USK Dampingi Pemulihan Warga Pascasiklon Senyar

Prof. Mudatsir mengatakan pembekalan ini memiliki peran krusial. Sebab bencana sudah lebih sebulan, namun masyarakat masih dalam fase pemulihan.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Nurul Hayati
for serambinews/FOR SERAMBINEWS.COM
USK Beri Pembekalan 719 Mahasiswa KKN Tematik Kebencanaan 

SERAMBINEWS.COM - Universitas Syiah Kuala (USK) memberikan pembekalan kepada 719 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kebencanaan Siklon Tropis Senyar Tahun 2026.

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik USK Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Sc di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Selasa (6/1/2026).

Kepala Pusat Pengelolaan dan Pengembangan Kuliah Kerja Nyata (P3KKN) USK Drs. Zulfitri, M.Biomed mengatakan, pembekalan ini menjadi bagian penting dari persiapan mahasiswa sebelum diterjunkan ke wilayah terdampak bencana di Aceh.

Adapun tema yang diangkat adalah Penguatan Resiliensi Psikososial Masyarakat Pascabencana Siklon Tropis Senyar melalui Pendekatan Partisipatif dan Kolaboratif.

“Karena kita ingin ketika mahasiswa hadir di lokasi bencana, mereka bisa memberi manfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK, Prof. Dr. Mudatsir, M.Kes., mengatakan seluruh kegiatan KKN ini harus dilaksanakan sedekat mungkin dengan lokasi terdampak.

Karena itulah dalam setiap kelompok KKN ini minimal terdapat satu mahasiswa yang berasal dari daerah terdampak.

Baca juga: Satgas USK Produksi Nasi Siap Saji untuk Korban Bencana

“Ini penting agar proses pendampingan lebih sensitif terhadap kondisi sosial dan psikologis masyarakat,” ujarnya.

Prof. Mudatsir mengatakan pembekalan ini memiliki peran krusial.

Sebab bencana ini sudah lebih sebulan, namun kondisi masyarakat masih dalam fase pemulihan yang rentan. Perubahan sosial yang signifikan, menurutnya, belum sepenuhnya terjadi.

"Bahkan dalam beberapa aspek belum memungkinkan. Karena itu dibutuhkan kehati-hatian, empati, serta pengawalan yang kuat dari semua pihak,” tegasnya.

Sementara itu, Prof. Agussabti, menyampaikan bahwa sejak awal USK telah membentuk Satgas USK Respon Senyar Aceh.

Satgas tersebut bergerak cepat dan responsif dalam menghadapi kondisi darurat.

Baca juga: Akademisi FISIP USK: Jika Pilkada Dikembalikan ke DPRD, Kekhususan Aceh Wajib Dihormati

Dirinya menilai pada fase awal penanganan bencana, kebutuhan terhadap data lapangan menjadi sangat mendesak.

Melalui Satgas, survei dilakukan secara cepat dan terkoordinasi, disertai penyaluran bantuan logistik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved