Berita Banda Aceh
Dua Legislator Aceh Minta Operasional Tol Padang Tiji–Seulimuem Diperpanjang demi Percepat Bantuan
Dengan diperpanjang operasional jalan tol ini, sambung politisi PAN ini, tentu akan mempermudah dan mempercepat para relawan membawa bantuan
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Amirullah
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrizal | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dua legislator muda meminta PT Hutama Karya untuk memperpanjang kembali operasional jalan tol Sibanceh ruas Padang Tiji-Seulimuem untuk mempermudah mobilisasi bantuan bagi korban bencana hidrometeorologi di Aceh.
Permintaan ini disampaikan anggota DPRK Aceh Besar, Maulana Akhbar dan anggota DPRK Banda Aceh Aulia Rahman mengingat operasional jalan tol Padang Tiji - Seulimeum akan berakhir 8 Januari mendatang.
"Kita meminta pihak pengelola jalan tol, agar operasional jalan tol ruas Seulimeum-Padang Tiji agar diperpanjang dengan alasan memudahkan mobilisasi bantuan untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana," kata Maulana, Selasa (6/1/2026).
Dengan diperpanjang operasional jalan tol ini, sambung politisi PAN ini, tentu akan mempermudah dan mempercepat para relawan membawa bantuan ke lokasi bencana hidrometeorologi.
Hal yang sama juga disampaikan Anggota DPRK Banda Aceh, Aulia Rahman agar durasi waktu yang dibutuhkan para relawan yang mengantar bantuan kemanusiaan lebih cepat dan efisien.
"Kita berharap pihak pengelola jalan tol untuk memperpanjang operasional jalan tol ruas Seulimeum-Padang Tiji. Karena yang kita tahu operasional 24 jam (jalan tol) itu dibuka sampai tanggal 8 Januari," kata Aulia.
Baca juga: Resmi Dibuka! Kementerian HAM Rekrut 500 PPPK 2026, Cek Formasi, Syarat, dan Jadwal Seleksi Lengkap
Politikus muda Partai Golkar ini mengungkapkan penanganan bencana alam ini membutuhkan waktu yang lama. Sehingga semua pihak harus bersinergi agar masa tanggap darurat ini cepat berakhir.
Di samping itu, lanjut Aulia, harus ada juga langkah konkret yang diambil pemerintah baik kabupate/kota, provinsi maupun pusat dalam penanganan bencana yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh.
"Mereka itu harus bersinergi jangan saling menyalahkan. Langkah konkretnya adalah membuka akses jalan yang terisolir, agar bantuan atau donasi untuk korban bencana cepat sampai ke lokasi. Tidak tertahan lagi," tambah dia.
Aulia yang baru pulang dari lokasi bencana menyebutkan, hingga saat ini sudah lebih sebulan pascabencana, masih banyak gampong terdampak yang belum bisa diakses untuk mengantar bantuan.
"Di Aceh Tengah, kami pergi masih ada 15 gampong yang masih terisolir. Itu baru Aceh Tengah, belum lagi Aceh Timur, Aceh Utara," ujarnya.
Begitu juga dengan keberadaan alat berat di lokasi bencana juga masih sangat kurang. Sehingga, memperlambat proses pembersihan material banjir dan tanah longsor.
"Makanya kita berharap pemerintah mengambil langkah-langkah yang benar-benar konkret untuk mempercepat penanganan bencana, seperti membersihkan lumpur atau tanah," ungkap dia.
"Karena itu saya harap kepada pemerintah mari saling bahu membahu, tidak saling menyalahkan. Mari kita saling bersinergi dan berkolaborasi untuk percepatan pemulihan bencana hidrometeorologi ini," tutupnya.(*)
Baca juga: Rekomendasi 5 iPhone Kamera Ultra Wide Terbaik Awal 2026, iPhone 15 Pro Max hingga iPhone 17 Masuk
| UIN Ar-Raniry dan Masyarakat Sipil Aceh Perkuat Kepemimpinan Perempuan dalam Aksi Iklim |
|
|---|
| SMA Negeri Modal Bangsa Wakili Aceh di Ajang International Basketball Tournament by The Cage |
|
|---|
| Ustaz Kondang Hanan Attaki Ceramah di Masjid Oman, Kupas Haji sebagai Transformasi Diri |
|
|---|
| Ceramah Ustaz Hanan Attaki di Masjid Oman Banda Aceh, Ajak Jadikan Haji sebagai Transformasi Diri |
|
|---|
| BPMA, Sucofindo, dan Surveyor Kolaborasi Verifiasi TKDN pada Kegiatan Migas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Aulia-Rahman-dan-Maulana-Akhbar.jpg)