Berita Banda Aceh
Mahasiswa FISIP USK dan JASA Aceh Besar Hidupkan Pendidikan Politik Berbasis Sejarah
Kegiatan bertajuk “Revitalisasi Nilai-Nilai Kepahlawanan Panglima Polem IX sebagai Media Pendidikan Politik Masyarakat” itu digelar di Kompleks Makam
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Himapol FISIP USK bersama JASA Aceh Besar menggelar kegiatan revitalisasi nilai-nilai kepahlawanan Teuku Panglima Polem IX di Kompleks Makam Panglima Polem, Aceh Besar.
- Kegiatan ini bertujuan memperkuat kesadaran sejarah dan menanamkan nilai kepemimpinan, keberanian, integritas, serta pengabdian.
- Acara melibatkan mahasiswa, dosen, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, KPA, dan warga setempat melalui zikir, edukasi politik, gotong royong, penanaman pohon, santunan anak yatim, serta kenduri.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Masrizal | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (Himapol) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) Aceh Besar menghidupkan kembali nilai-nilai kepahlawanan Teuku Panglima Polem IX sebagai fondasi pendidikan politik masyarakat.
Kegiatan bertajuk “Revitalisasi Nilai-Nilai Kepahlawanan Panglima Polem IX sebagai Media Pendidikan Politik Masyarakat” itu digelar di Kompleks Makam Teuku Panglima Polem, Gampong Lamsie, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (3/6/2026).
Program pengabdian masyarakat tersebut bertujuan menguatkan kesadaran sejarah sekaligus mendorong lahirnya budaya politik yang berakar pada nilai-nilai kepemimpinan, keberanian, integritas, dan pengabdian kepada masyarakat yang diwariskan Panglima Polem IX.
Wakil Ketua Himapol FISIP USK yang sekaligus Ketua Pelaksana Kegiatan, Aulia Rahman, mengatakan sosok Panglima Polem IX tidak hanya layak dikenang sebagai pejuang anti-kolonial, tetapi juga sebagai teladan dalam membangun karakter warga negara yang bertanggung jawab dan berorientasi pada kepentingan publik.
“Panglima Polem IX merupakan simbol kepemimpinan, keberanian, integritas, dan pengabdian kepada masyarakat.
Nilai-nilai tersebut masih sangat relevan untuk diperkenalkan kepada generasi muda sebagai bagian dari pendidikan politik yang berakar pada sejarah dan budaya Aceh,” kata Aulia.
Baca juga: FISIP USK Buka Prodi Hubungan Internasional, Mulai Terima Mahasiswa Baru, Siap Cetak Diplomat Aceh
Menurutnya, pendidikan politik tidak sebatas memahami sistem pemerintahan maupun pemilu, tetapi juga membentuk kesadaran sosial, semangat kebersamaan, dan partisipasi aktif masyarakat dalam kehidupan demokrasi.
Sementara Ketua JASA Aceh Besar, Raisul Akram, menilai pelestarian nilai-nilai kepahlawanan merupakan tanggung jawab bersama agar sejarah perjuangan Aceh tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Generasi muda perlu memahami bahwa perjuangan tidak hanya dilakukan melalui perlawanan fisik, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam menjaga persatuan, membangun masyarakat, dan merawat warisan sejarah Aceh,” kata Raisul.
Ia menambahkan, kolaborasi antara kalangan mahasiswa, organisasi masyarakat, dan tokoh lokal menjadi langkah strategis dalam memperkuat pendidikan politik berbasis sejarah dan kearifan lokal.
Rangkaian kegiatan diawali dengan zikir dan doa bersama untuk para pahlawan, dilanjutkan dengan penyampaian materi pendidikan politik oleh akademisi Program Studi Ilmu Politik FISIP USK.
Kegiatan turut melibatkan mahasiswa, dosen, tokoh masyarakat, tokoh agama, aparatur gampong, organisasi kepemudaan, Komite Peralihan Aceh (KPA), JASA Aceh Besar, serta masyarakat setempat.
Baca juga: Singgung UUPA, Dosen FISIP USK: Wacana Pilkada Lewat DPRD Tidak Boleh Diberlakukan untuk Aceh
Selain diskusi dan edukasi politik, peserta juga mengikuti gotong royong membersihkan kompleks makam pahlawan, penanaman pohon, pemberian santunan kepada anak yatim, hingga kenduri kuah beulangong sebagai bagian dari pelestarian tradisi dan penguatan silaturahmi masyarakat.
Aulia menegaskan keterlibatan lintas elemen masyarakat menjadi kunci dalam menjaga warisan sejarah sekaligus menanamkan nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi mampu melahirkan kesadaran bersama untuk menjaga situs sejarah, memperkuat solidaritas sosial, serta mengimplementasikan nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” ujarnya. (*)
| 126 Lulusan FSTIK UBBG Diyudisium, Dekan Berpesan Terus Kembangkan Keilmuan di Era Digital |
|
|---|
| Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Musriadi Buka Pelatihan Kepemimpinan untuk Perempuan |
|
|---|
| Tak Ingin Jadi Arun Jilid II, KPA Tegaskan Gas South Andaman Wajib Diolah di Aceh |
|
|---|
| KIP Aceh Masih Temukan 762 Data Pemilih Bermasalah, Didominasi Potensi WNI di Luar Negeri |
|
|---|
| DKP Aceh Gandeng KUL Perkuat Perlindungan Hiu dan Pari Terancam Punah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tanam-pohon-04062026.jpg)