Kamis, 23 April 2026

Berita Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Temui Pimpinan DPRA, Perjuangkan Anggaran RS Regional

Permintaan ini disampaikan menyusul belum tersedianya anggaran pada tahun anggaran 2026 untuk kelanjutan pembangunan rumah sakit tersebut.

Penulis: Sadul Bahri | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/HO
GELAR PERTEMUAN - Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, Wakil Bupati beserta jajarannya melakukan pertemuan dengan Ketua DPRA yang berlangsung di kantor DPRA, Selasa (6/1/2026) di Banda Aceh terkait kelanjutan pembangunan rumah sakit regional Meulaboh. 

 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Aceh Barat melakukan pertemuan khusus dengan pimpinan DPRA di Banda Aceh guna meminta dukungan politik dan penganggaran untuk melanjutkan pembangunan Rumah Sakit (RS) Regional Aceh Barat 
  • Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP, mengatakan pihaknya secara resmi meminta DPRA untuk membantu memperjuangkan alokasi anggaran pembangunan RS Regional Aceh Barat.
  • Permintaan ini disampaikan menyusul belum tersedianya anggaran pada tahun anggaran 2026 untuk kelanjutan pembangunan rumah sakit tersebut.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa'dul Bahri | Aceh Barat


SERAMBINEWS.COM, ACEH BARAT
— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat melakukan pertemuan khusus dengan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) di Banda Aceh guna meminta dukungan politik dan penganggaran untuk melanjutkan pembangunan Rumah Sakit (RS) Regional Aceh Barat, yang direncanakan menjadi rumah sakit rujukan wilayah barat selatan Aceh.

Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Asisten II, Ketua DPRK Aceh Barat, Wakil Ketua DPRK, Komisi IV DPRK, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat, manajemen RS Cut Nyak Dhien (CND), serta Ketua Dewan Pengawas RS CND.

Sementara dari pihak DPRA, hadir Ketua DPRA, Wakil Ketua DPRA, anggota Komisi V DPRA, para Ketua Fraksi, Sekretaris Dewan, serta perwakilan Dinas Kesehatan Aceh.

Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP, kepada Serambinews.com, Selasa (6/1/2026), mengatakan bahwa dalam pertemuan tersebut pihaknya secara resmi meminta DPRA untuk membantu memperjuangkan alokasi anggaran pembangunan RS Regional Aceh Barat

Permintaan ini disampaikan menyusul belum tersedianya anggaran pada tahun anggaran 2026 untuk kelanjutan pembangunan rumah sakit tersebut.

Baca juga: Relawan Kemenag Aceh Barat–Aceh Jaya dan Brimob Bersihkan MIN 8 Bener Meriah dari Material Banjir

Menurut Tarmizi, RS Regional Aceh Barat merupakan program strategis yang telah dirintis sejak masa Muzakir Manaf (Muallem) menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh dan kembali menjadi program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode saat ini. Bahkan, pembangunan rumah sakit tersebut telah masuk dalam sembilan program cepat (quick wins) Pemerintah Aceh.

“Kita berharap pembangunan RS Regional Aceh Barat dapat diselesaikan dan diresmikan pada tahun 2028,” ujar Tarmizi.

Ia menjelaskan, untuk mencapai target tersebut dibutuhkan anggaran sekitar Rp80 miliar pada tahun 2026. Selanjutnya, pembangunan akan dilanjutkan pada tahun 2027 dan 2028 melalui skema multiyears dengan total kebutuhan anggaran sekitar Rp150 miliar.

Tarmizi menambahkan, setelah rumah sakit tersebut diresmikan dan diserahterimakan kepada pemerintah daerah, pengelolaan serta pembiayaan operasional akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dengan memanfaatkan berbagai sumber pendanaan yang tersedia.

Dalam pertemuan itu, pimpinan DPRA, pimpinan fraksi, serta Komisi V DPRA menyatakan sepakat dan berkomitmen untuk memperjuangkan penganggaran serta menyelesaikan pembangunan RS Regional Aceh Barat agar dapat diresmikan pada tahun 2028, sebelum berakhirnya masa pemerintahan Muallem–Dek Fad.

Sebagai tindak lanjut, pimpinan DPRA dalam waktu dekat dijadwalkan akan menemui Gubernur Aceh guna membahas dan mengawal realisasi anggaran pembangunan RS Regional Aceh Barat.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved