Pemulihan Pascabanjir
Warga Monkeulayu Harapkan Bantuan Alat Berat untuk Bersihkan Lumpur
Endapan lumpur sisa banjir bandang yang melanda Desa Monkeulayu, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, hingga Senin (6/1/2026) masih
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
Ringkasan Berita:
- Upaya pembersihan secara manual telah dilakukan oleh masyarakat, namun baru sekitar 10 persen lumpur yang berhasil diangkut.
- Tebalnya endapan lumpur membuat proses pembersihan berjalan sangat lambat.
Laporan Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Endapan lumpur sisa banjir bandang yang melanda Desa Monkeulayu, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, hingga Senin (6/1/2026) masih menjadi persoalan utama bagi warga setempat.
Keuchik Monkeulayu, Ns Agustiar, S.Kep., mengatakan, lebih dari satu bulan pascabanjir bandang akhir November lalu, endapan lumpur masih tebal dan meluas, mulai dari area tambak, rumah warga, hingga fasilitas umum.
Menurutnya, upaya pembersihan secara manual telah dilakukan oleh masyarakat, namun baru sekitar 10 persen lumpur yang berhasil diangkut. Tebalnya endapan lumpur membuat proses pembersihan berjalan sangat lambat.
“Kami sangat berharap adanya bantuan alat berat seperti ekskavator untuk membersihkan lumpur di tambak, memperbaiki tanggul (lining), jalan gampong, serta rumah-rumah warga yang hingga kini belum bisa dibersihkan secara manual,” ujar Agustiar.
Baca juga: Masa Tanggap Darurat Dicabut, Bener Meriah Masuki Fase Pemulihan Pascabencana
Ia menegaskan, bagi masyarakat Monkeulayu, bantuan alat berat bukan sekadar soal perbaikan infrastruktur, tetapi menjadi harapan untuk kembali bangkit dan menjalani kehidupan normal. Dengan bersihnya tambak, diharapkan roda ekonomi warga dapat kembali berputar.
Tanpa adanya intervensi cepat dan nyata dari pemerintah serta para pemangku kepentingan, gampong pesisir ini dikhawatirkan akan terjebak dalam krisis berkepanjangan dan melahirkan kemiskinan baru akibat bencana alam yang kian sering terjadi.
Selain itu, Keuchik Monkeulayu juga menyampaikan kondisi kuburan umum gampong yang sempat tergenang air banjir. Di lokasi tersebut terdapat makam tiga anak dan cucu Habib Bugak (Habib Husein Al Habsyi), yakni Habib Ahmad bin Habib Husein Al Habsyi, Habib Abdullah bin Habib Husein Al Habsyi, serta Habib Husein bin Habib Abdurrahman Al Habsyi.
“Kondisi ini menambah duka mendalam bagi masyarakat. Bukan hanya harta dan mata pencaharian yang terancam, tetapi juga nilai sejarah, spiritual, dan kehormatan leluhur,” katanya. (*)
Warga Monkeulayu
Bantuan Alat Berat
rumah berlumpur
Bersihkan Lumpur
Terendam Lumpur
rumah dipenuhi lumpur
Serambinews
Serambinews.com
| Puluhan Tenaga Medis Puskesmas Jeunieb Gotong Royong Bersihkan Puskesmas Kutablang |
|
|---|
| Hari Pertama Sekolah, Siswa SDN 1 Lokop Belajar di Luar Ruangan |
|
|---|
| 15 Madrasah di Aceh Utara Belum Bisa Mulai PBM Hari Pertama Semester Genap Akibat Banjir |
|
|---|
| BNPB dan Kepala Daerah Bahas Penanganan Banjir dan Longsor di Aceh Barat |
|
|---|
| Kepala Kankemenag Abdya Lepas 30 Relawan Peduli Bencana ke Aceh Tengah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tambak-hu9ijk.jpg)