Kamis, 30 April 2026

Pemulihan Pascabanjir

Warga Monkeulayu Harapkan Bantuan Alat Berat untuk Bersihkan Lumpur

Endapan lumpur sisa banjir bandang yang melanda Desa Monkeulayu, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, hingga Senin (6/1/2026) masih

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/HO
DIPENUHI LUMPUR -  Tambak udang di Desa Monkeulayu, Kecamatan Gandapura, Bireuen, terhampar luas dipenuhi endapan lumpur sisa banjir bandang November lalu. Usaha tambak hancur dan perekonomian warga terpuruk. Warga berharap bantuan alat berat.  
Ringkasan Berita:
  • Upaya pembersihan secara manual telah dilakukan oleh masyarakat, namun baru sekitar 10 persen lumpur yang berhasil diangkut. 
  • Tebalnya endapan lumpur membuat proses pembersihan berjalan sangat lambat.

 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Endapan lumpur sisa banjir bandang yang melanda Desa Monkeulayu, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, hingga Senin (6/1/2026) masih menjadi persoalan utama bagi warga setempat.

Keuchik Monkeulayu, Ns Agustiar, S.Kep., mengatakan, lebih dari satu bulan pascabanjir bandang akhir November lalu, endapan lumpur masih tebal dan meluas, mulai dari area tambak, rumah warga, hingga fasilitas umum.

Menurutnya, upaya pembersihan secara manual telah dilakukan oleh masyarakat, namun baru sekitar 10 persen lumpur yang berhasil diangkut. Tebalnya endapan lumpur membuat proses pembersihan berjalan sangat lambat.

“Kami sangat berharap adanya bantuan alat berat seperti ekskavator untuk membersihkan lumpur di tambak, memperbaiki tanggul (lining), jalan gampong, serta rumah-rumah warga yang hingga kini belum bisa dibersihkan secara manual,” ujar Agustiar.

Baca juga: Masa Tanggap Darurat Dicabut, Bener Meriah Masuki Fase Pemulihan Pascabencana

Ia menegaskan, bagi masyarakat Monkeulayu, bantuan alat berat bukan sekadar soal perbaikan infrastruktur, tetapi menjadi harapan untuk kembali bangkit dan menjalani kehidupan normal. Dengan bersihnya tambak, diharapkan roda ekonomi warga dapat kembali berputar.

Tanpa adanya intervensi cepat dan nyata dari pemerintah serta para pemangku kepentingan, gampong pesisir ini dikhawatirkan akan terjebak dalam krisis berkepanjangan dan melahirkan kemiskinan baru akibat bencana alam yang kian sering terjadi.

Selain itu, Keuchik Monkeulayu juga menyampaikan kondisi kuburan umum gampong yang sempat tergenang air banjir. Di lokasi tersebut terdapat makam tiga anak dan cucu Habib Bugak (Habib Husein Al Habsyi), yakni Habib Ahmad bin Habib Husein Al Habsyi, Habib Abdullah bin Habib Husein Al Habsyi, serta Habib Husein bin Habib Abdurrahman Al Habsyi.

“Kondisi ini menambah duka mendalam bagi masyarakat. Bukan hanya harta dan mata pencaharian yang terancam, tetapi juga nilai sejarah, spiritual, dan kehormatan leluhur,” katanya. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved