Berita Banda Aceh
18,3 Juta Wisatawan Kunjungi Aceh, Selama 2025, Meningkat Dibanding 2024
Wisatawan berwisata ke Aceh masih didominasi wisatawan nusantara (wisnus), sementara kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tetap menunjukkan tren
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Kunjungan wisatawan ke Aceh Januari–November 2025 mencapai 18,3 juta perjalanan, meningkat dibanding 2024 yang tercatat 12,9 juta.
- Puncak kunjungan terjadi April 2025 dengan 2,44 juta perjalanan, sementara kunjungan wisatawan mancanegara tetap menunjukkan tren positif meski jumlahnya lebih kecil.
- Bencana banjir dan longsor berdampak pada sejumlah destinasi, namun Disbudpar Aceh optimistis pariwisata akan pulih melalui pemulihan destinasi, promosi, dan penguatan event budaya.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Jumlah kunjungan wisatawan di Aceh sepanjang Januari hingga November 2025 tercatat mencapai 18,3 juta perjalanan.
Angka itu meningkat dibanding tahun sebelumnya. Tahun 2024 tercatat 12,9 juta kunjungan.
Wisatawan berwisata ke Aceh masih didominasi wisatawan nusantara (wisnus), sementara kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tetap menunjukkan tren positif.
Berdasarkan data perjalanan wisatawan Aceh tahun 2025, total perjalanan wisnus mencapai 18.304.295, sedangkan wisman tercatat 41.489 perjalanan.
Puncak kunjungan wisatawan terjadi pada April 2025 dengan total 2.443.461 perjalanan, seiring momentum libur panjang. Rata-rata kunjungan wisatawan setiap bulannya berada di angka di atas 1 juta.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Dedy Yuswadi, mengatakan capaian tersebut menunjukkan sektor pariwisata Aceh masih memiliki daya tarik kuat, khususnya bagi wisatawan domestik.
Baca juga: Warga Terdampak Banjir Diminta Segera Lapor Kerusakan Rumah kepada Keuchik
"Pergerakan wisatawan di Aceh masih didominasi wisatawan nusantara. Ini menunjukkan Aceh tetap menjadi tujuan perjalanan favorit, baik untuk wisata alam, religi, maupun budaya,” kata Dedy, Rabu (7/1/2026).
Namun demikian, Dedy mengakui saat ini Aceh sedang menghadapi bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah.
Dampak bencana tersebut menyebabkan beberapa destinasi wisata di wilayah tengah Aceh mengalami kerusakan.
“Beberapa destinasi wisata, terutama di daerah tengah, terdampak dan mengalami kerusakan,” ujarnya.
Meski begitu, Disbudpar Aceh berharap kondisi tersebut dapat segera pulih sehingga aktivitas pariwisata kembali normal.
“Kami berharap kondisi ini segera pulih. Pemerintah bersama pihak terkait terus melakukan penanganan dan pemulihan agar destinasi wisata bisa kembali dikunjungi dengan aman,” kata Dedy.
Baca juga: VIDEO - Heboh! Suami Bantu Orang Tua, Istri Kecewa karena Nafkah Keluarga Dinilai Kurang
Ia menambahkan, pihaknya tetap optimistis pariwisata Aceh akan bangkit, seiring upaya pemulihan pascabencana.
Disbudpar Aceh juga akan melakukan penguatan promosi dan penyelenggaraan event budaya di berbagai daerah.
“Dengan dukungan semua pihak dan masyarakat, kami optimistis sektor pariwisata Aceh dapat kembali tumbuh dan bergerak positif,” jelas Dedy. (mun)
| Kapolda Aceh Pastikan Seleksi Bintara 2026 Bersih, 2.012 Peserta Jalani Tes Kesehatan |
|
|---|
| Kukuhkan Lagi 5 Profesor Baru, Segini Jumlah Total Guru Besar di USK Banda Aceh |
|
|---|
| Sekolah Dilarang Tamasya ke Luar Daerah |
|
|---|
| Family Gathering FAH UIN Ar-Raniry di Pantai Riting Berlangsung Meriah |
|
|---|
| 19 Siswa SMA Aceh Diterima Kuliah di Berbagai Negara, Terbanyak Dalam Sejarah Pendidikan Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kadispora-aceh-dedy-yuswadi-ap-ikut-rakor-di-bireuen.jpg)