Sabtu, 25 April 2026

Berita Aceh Timur

Gajah Liar Masuki Empat Desa di Aceh Timur, Warga Takut Meladang

"Untuk sementara kami tidak berani berkebun karena khawatir bertemu langsung. Jumlah mereka sangat banyak dan terus berkeliaran merusak tanaman kami,"

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Maulidi Alfata
kawanan gajah liar ke pemukiman dan perkebunan warga dalam dua pekan terakhir, Kecamatan Indra Makmur Aceh Timur, Rabu (7/1/2026). 

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI  - Ketegangan menyelimuti warga di Kecamatan Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur, akibat masuknya kawanan gajah liar ke pemukiman dan perkebunan warga dalam dua pekan terakhir.

Sedikitnya empat desa dilaporkan menjadi sasaran amuk satwa bertubuh besar tersebut, yakni Desa Jambo Reuhat, Seumanah Jaya, Julok Rayeuk Selatan, dan Seneubok Bayu, Rabu (7/1/2026).

Kehadiran puluhan gajah ini menciptakan suasana mencekam.

Akibatnya, roda ekonomi petani di Kecamatan Indra Makmur dan Banda Alam lumpuh seketika.

Banyak warga yang memilih meninggalkan lahan mereka karena keselamatan jiwa terancam.

Nurdin, salah satu petani terdampak dari Desa Jambo Reuhat, mengungkapkan bahwa kerusakan lahan terjadi begitu masif.

Tanaman yang menjadi tumpuan hidup warga, mulai dari pisang, kelapa sawit, hingga palawija, ludes dirusak kawanan gajah yang dilindungi tersebut.

"Untuk sementara kami tidak berani berkebun karena khawatir bertemu langsung. Jumlah mereka sangat banyak dan terus berkeliaran merusak tanaman kami," ujar Nurdin saat melaporkan situasi tersebut kepada Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh.

Baca juga: Puting Beliung Terjang Aceh Timur, Dayah hingga  Rumah Rusak

Tanpa pendampingan intensif dari pihak berwenang, warga terpaksa menggunakan cara manual untuk mempertahankan lahan mereka.

Secara swadaya, mereka membeli mercon dan petasan untuk memberikan efek kejut kepada kawanan gajah.

Namun, metode ini dianggap belum menjadi solusi permanen.

"Kami menghalau dengan suara petasan, tapi mereka hanya berpindah dari satu kebun ke kebun lainnya. Gerakannya terus berputar di area itu saja," tambah Nurdin.

Masyarakat sangat berharap BKSDA dan pemerintah daerah segera mengambil tindakan konkret untuk menggiring kembali kawanan gajah tersebut ke habitat aslinya di kawasan hutan.

Tanpa penanganan serius, warga khawatir konflik ini akan terus berlarut dan mematikan mata pencaharian mereka sepenuhnya.(*)

 

 

 

 

 

 

 


 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved