Minggu, 3 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Dampak Banjir Bandang, Desa Ulee Jalan-Bireuen Terancam Jadi Aliran Sungai

“Desa Balee Panah Juli sebagian besar sudah menjadi aliran sungai, Ulee Jalan apabila tidak segera dilakukan pelurusan sungai, kemungkinan besar...

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Yusmandin Idris
ALIRAN SUNGAI - Sebagian kawasan Desa Ulee Jalan sudah menjadi kawasan sungai Krueng Peusangan. 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Kondisi Desa Ulee Jalan, Peusangan Selatan, Bireuen semakin mengkhawatirkan dan semakin dekat dengan aliran sungai.

Apabila normalisasi sungai tidak segera dilakukan pelurusan, maka dikhawatirkan Desa Ulee Jalan akan seperti Desa Balee Panah, Juli, Bireuen yang sebagian hilang menjadi sungai. 

Kekhawatiran tersebut disampaikan M Nasir Husen selaku ketua tuha peut Desa Ulee Jalan kepada Serambinews.com, Sabtu (10/1/2026). 

Dulunya sebelum banjir jarak rumah dengan bibir sungai mencapai 200 meter, sekarang tinggal 15 meter lagi
dan ada yang hanya 5 meter lagi.

Hingga ada rumah yang hampir jatuh ke sungai.  

Harapan masyarakat selain penanganan korban banjir membantu hunian, sembako dan lainnya adalah meluruskan aliran sungai ke posisi yang saat ini bergeser ke utara dapat diluruskan ke arah selatan,
sehingga rumah warga yang masih tersisa dapat terselamatkan. 

“Desa Balee Panah, Juli sebagian besar sudah menjadi aliran sungai, Ulee Jalan apabila tidak segera dilakukan pelurusan sungai, kemungkinan besar dalam waktu tidak terlalu lama  sama nasib dengan Desa Balee Panah akan menjadi aliran sungai,” ujarnya. 

Baca juga: Dikunjungi Menteri, Petambak di Bireuen Berharap Ada Kebijakan Membantu Korban Banjir Bangkit

M Nasir mengatakan, kondisi sekarang masyarakat semua khawatir terancam jatuh ke sungai.

Menjawab Serambinews.com, para korban banjir saat ini, M Nasir mengatakan, dulunya mengungsi ke meunasah.

Sejak dua pekan lalu sebanyak 7 kepala keluarga mengungsi ke rumah guru SD yang dulunya
sudah menjadi gudang, sekarang ditempati para pengungsi. 

Sebagian lainnya tidur di rumah keluarga dan ada juga menyewa rumah sederhana di desa maupun tenda sederhana bantuan BNPB. 

Terkait pembersihan lumpur, Muhammad Riza selaku kasi pembangunan desa mengatakan, sejak beberapa hari lalu ada bantuan alat berat dari HRD.

Alat berat membersihkan lumpur utamanya di jalan desa dan membuka saluran.

Sedangkan lumpur di sekitar rumah warga belum sempat dibersihkan karena jatah operasional alat berat hanya beberapa hari saja. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved