Berita Pidie
IGOR & Pengurus PGRI Bersihkan Tiga Sekolah Dampak Banjir di Pidie
Guru olahraga tergabung dalam Ikatan Guru Olahraga atau IGOR wilayah V Mutiara membersihkan lumpur sisa banjir di tiga SD di Pidie, Sabtu (10/1/2026)
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Guru olahraga tergabung dalam Ikatan Guru Olahraga atau IGOR wilayah V Mutiara membersihkan lumpur sisa banjir di tiga SD di Pidie, Sabtu (10/1/2026).
Ketiga SD yang menjadi sasaran dibersihkan adalah SDN Dayah Tanoh, SDN 1 Adan dan SDN Yaman.
Guru yang membersih lumpur banjir terdiri dari Aparatur Sipil Negara atau ASN, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK dan PPPK Paruh Waktu.
"Kita membersihkan ruang kelas di tiga SD tersebut. Kegiatan tersebut sebagai bentuk empati guru olahraga dan pengurus PGRI," kata Wakil Ketua PGRI Pidie, Faisal,SAg MSi, didampingi Sekretaris PGRI Pidie Harbi,SPd MPd dan Bendahara PGRI Pidie, Kurniawan,SPd MSi, kepada Serambinews.com, Minggu (11/1/2026).
Baca juga: Malam Mencekam di Blang Awe, Asiah dan Suami Lari Sambil Gendong Anak, Semua Lenyap tak Bersisa
Ia menjelaskan, guru olahraga sebagai relawan yang terlibat untuk membersihkan sarana pendidikan di Pidie.
Terdiri dari, semua guru olahraga yang bertugas di wilayah kecamatan mutiara, baik PNS, PPPK hingga PPPK paruh waktu. Juga pengurus PGRI Pidie, ikut nimbrung membersihkan ruang belajar.
Solidaritas antar sesama untuk membantu
Selain itu, ikut bergabung Kabid GTK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pidie, Heryadi SAg MPd.
"Harapan kita ruang belajar sekolah yang masih terimbun lumpur yang kini telah bersih. Kita berharap kepada murid dan tenaga pendidik, hendaknya bisa bersabar karena badai pasti akan berlalu," ujarnya.
Baca juga: Lembaga Amal Indahnya Sedekah dari Malaysia Antar Bantuan Untuk Korban Banjir Aceh
Ia menyebutkan, aktivitas membersihkan sekolah yang dilakukan bahu membahu, sebagai bentuk ikhlasan dan solidaritas antar sesama untuk membantu.
Juga merasakan akibat dari musibah banjir bandang pada November 2025, yang menerjang beberapa wilayah di Provinsi Aceh, termasuk Kabupaten Pidie terdampak bencana tersebut.
"Banjir beserta longsor yang terjadi itu, mari kita jadikan musibah dengan menumbuhkan semangat untuk bisa bangkit kembali ke arah lebih baik di masa mendatang, terutama di sektor pendidikan," pungkasnya. (*)
Baca juga: Diaspora Aceh di Malaysia, Cahaya Persatuan di Tengah Bencana
Baca juga: Usut Dugaan Korupsi Beasiswa BPSDM Aceh Rp 420 Miliar, Kejati Periksa 57 Saksi
| TNI Bangun Jembatan Aramco di Delima Pidie, Akan Mudahkan Warga Angkut Hasil Panen |
|
|---|
| Mutasi di Pidie, Bupati Sarjani Lantik 88 Pejabat |
|
|---|
| Bulog Sigli Edukasi Puluhan Siswa Seputar Ketahanan Pangan Nasional |
|
|---|
| Hari Ini, Bupati Sarjani Lantik Puluhan Pejabat, Sepuluh Camat Diganti |
|
|---|
| Kenaikan Harga LPG 12 Kg di Pidie Cekik Pelaku Usaha, Pemerintah Diminta Tinjau Ulang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/IGOR-bersama-pengurus-PGRI-Pidie-membersihkan-lumpur-banjir.jpg)