Banjir Landa Aceh
Malam Mencekam di Blang Awe, Asiah dan Suami Lari Sambil Gendong Anak, Semua Lenyap tak Bersisa
Hujan yang terus-terusan mengguyur wilayah itu sejak beberapa hari sebelumnya, menjadi awal dari malam mengerikan dalam hidup Asiah
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Malam itu tepatnya pada Rabu (26/11/2025) dinihari.
Menjadi malam mencekam bagi warga Gampong Blang Awe, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.
Hujan yang terus-terusan mengguyur wilayah itu sejak beberapa hari sebelumnya, menjadi awal dari malam mengerikan dalam hidup Asiah.
Kepada Serambinews.com, Asiah berkisah, pada malam kelam itu, dirinya dan keluarga terlelap dalam tidur.
Begitupun dengan warga Blang Awe lainnya.
Baca juga: Polisi Temukan Jasad Warga di Sungai Bandar Dua, Pidie Jaya, Sudah Tiga Mayat Telah Ditemukan
Hingga tengah malam, sekitar pukul 02.00 WIB, Asiah dan sekeluarga terbangun.
Kala itu, air mulai masuk ke dalam rumah hingga ketinggian betis kakinya.
Merasakan air yang semakin meninggi, Asiah dan suami langsung menggendong anak-anak sambil berlari mencari tempat aman.
Di saat bersamaan, suara dentuman hebat dari arah sungai mulai terdengar.
Dentuman yang tak pernah mereka dengar sebelumnya.
Malam itu Gampong Blang Awe berubah menjadi tempat penuh teriakan dan kepanikan.
Masing-masing warga berlarian mencari tempat aman.
Baca juga: Mendagri dan Menhan Tinjau Lokasi Banjir Terparah di Pidie Jaya, Sjafri Prihatin Kondisi Korban
“Sedih sekali, enggak tau harus ngapain lagi. Saat air sudah mulai naik kami enggak sempat lari lagi, harus naik ke atas atap rumah,” ucap Asiah saat ditemui di Gampong Blang Awe, Sabtu (29/11/2025) siang.
Debit air begitu cepat menghantam. Tak ada satupun harta benda yang berhasil diselamatkan.
Blang Awe
Pidie Jaya
multiangle
Banjir Landa Aceh
Banjir Pidie Jaya
kisah korban banjir
banjir aceh
Serambi Indonesia
Serambinews
| Percepat Rehab Lahan Pertanian Pascabanjir Aceh, Dirjen LIP Apresiasi Peran TA Khalid |
|
|---|
| Bupati Al-Farlaky Salurkan Rp 118,9 Miliar, Perbaikan 5 Ribu Rumah Rusak Akibat Banjir |
|
|---|
| Pemerintah Aceh Kembali Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana |
|
|---|
| CSM & Lembaga Donor Malaysia Bantu Huntap untuk Korban Banjir di Pidie Jaya, Disalurkan Lewat Kadin |
|
|---|
| 212 Enumerator akan Turun Verifikasi 26.741 KK Korban Banjir di Bireuen, Warga Diharap Ada di Rumah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kondisi-rumah-warga-tertanam-lumpur-hingga-dipenuhi-material-banjir-di-Gampong-Blang-Awe-Pidie-Jaya.jpg)