Berita Aceh Singkil
Pemkab Singkil Diminta Dukung Pengembangan Ekowisata Burung Migran Berbasis Sains di Rawa Singkil
Salah satu fokus utama kolaborasi ini adalah pengembangan ekowisata burung migran berbasis sains (science-based ecotourism) di Rawa Singkil
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Muhammad Hadi
“Melalui kemitraan dengan PKGB USK, kami sedang membangun basis data ekologis dan spasial yang kuat agar ekowisata burung tidak dibangun atas asumsi, tetapi atas bukti ilmiah tentang pola migrasi, habitat kunci, dan daya dukung lingkungan,” kata Dio.
Menurut Dio, KOAS yang diketuai Muhammad Husein bersama tim akademik dan kader lapangan tengah melaksanakan serangkaian kegiatan teknis.
Antara lain pelatihan identifikasi dan pemantauan burung migran (avian monitoring), pemetaan habitat dan titik pengamatan menggunakan teknologi GPS dan SIG.
Baca juga: Tujuh Bulan Kabur dari Rutan Singkil, Ini Kronologi Penangkapan DPO Terdakwa Pencurian
Kemudian penguatan kapasitas masyarakat sebagai pemandu ekowisata berbasis konservasi.
"Pendekatan ini mengikuti praktik internasional yang telah diterapkan di kawasan seperti Mai Po Wetlands, Hong Kong, di mana ekowisata burung dikelola sebagai instrumen konservasi, penelitian, dan ekonomi lokal secara simultan," ujarnya.
Prinsip ilmu pengetahuan dan tata kelola lingkungan
Sementara itu Kepala PKGB USK, Prof Dr Abdullah, SPd, MSi, dalam keterangan tertulis yang dikirim Dio kepada Serambinews.com mengatakan universitas memegang peran strategis dalam memastikan model pembangunan di kawasan sensitif ekologis seperti Rawa Singkil berjalan sesuai prinsip ilmu pengetahuan dan tata kelola lingkungan.
"Dengan MoU ini memungkinkan riset universitas berinteraksi langsung dengan realitas lapangan," ujarnya.
Sehingga data yang dihasilkan tidak hanya untuk publikasi akademik, tetapi untuk memperkuat kebijakan daerah dan praktik pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.(*)
Baca juga: Tips Berpetualang ke Rawa Singkil, Habitat Orangutan Terpadat di Dunia
| Sadri Lingga Terpilih sebagai Ketua DPC PKB Aceh Singkil Periode 2026–2031 |
|
|---|
| Mahasiswa Minta Distanbun Aceh Digitalisasi Harga TBS Sawit di Seluruh Pabrik secara Real-Time |
|
|---|
| Cuaca Buruk, Ikan Laut di Aceh Singkil Mahal, Gabu Rp60 Ribu per Kilogram |
|
|---|
| BBM Nonsubsidi Melonjak, Ongkos Angkutan Subulussalam-Singkil Masih Tetap |
|
|---|
| Sambut HUT Bhayangkara, Polres Aceh Singkil Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis & Bagi Sembako |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/penelitian-jalur-migrasi-burung-di-jalan-lintas-Singkil-Kayu-Menang.jpg)