Kamis, 11 Juni 2026

Berita Aceh Singkil

Pemkab Singkil Diminta Dukung Pengembangan Ekowisata Burung Migran Berbasis Sains di Rawa Singkil

Salah satu fokus utama kolaborasi ini adalah pengembangan ekowisata burung migran berbasis sains (science-based ecotourism) di Rawa Singkil

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
Tim akademik dan kader lapangan Konservasi Alam Aceh Singkil (KOAS) tengah melaksanakan serangkaian kegiatan teknis penelitian jalur migrasi burung di jalan lintas Singkil-Kayu Menang, Senin (12/1/2026). 

“Melalui kemitraan dengan PKGB USK, kami sedang membangun basis data ekologis dan spasial yang kuat agar ekowisata burung tidak dibangun atas asumsi, tetapi atas bukti ilmiah tentang pola migrasi, habitat kunci, dan daya dukung lingkungan,” kata Dio.

Menurut Dio, KOAS yang diketuai Muhammad Husein bersama tim akademik dan kader lapangan tengah melaksanakan serangkaian kegiatan teknis. 

Antara lain pelatihan identifikasi dan pemantauan burung migran (avian monitoring), pemetaan habitat dan titik pengamatan menggunakan teknologi GPS dan SIG.

Baca juga: Tujuh Bulan Kabur dari Rutan Singkil, Ini Kronologi Penangkapan DPO Terdakwa Pencurian

Kemudian penguatan kapasitas masyarakat sebagai pemandu ekowisata berbasis konservasi.

"Pendekatan ini mengikuti praktik internasional yang telah diterapkan di kawasan seperti Mai Po Wetlands, Hong Kong, di mana ekowisata burung dikelola sebagai instrumen konservasi, penelitian, dan ekonomi lokal secara simultan," ujarnya.

Prinsip ilmu pengetahuan dan tata kelola lingkungan

Sementara itu Kepala PKGB USK, Prof Dr Abdullah, SPd, MSi, dalam keterangan tertulis yang dikirim Dio kepada Serambinews.com mengatakan universitas memegang peran strategis dalam memastikan model pembangunan di kawasan sensitif ekologis seperti Rawa Singkil berjalan sesuai prinsip ilmu pengetahuan dan tata kelola lingkungan.

"Dengan MoU ini memungkinkan riset universitas berinteraksi langsung dengan realitas lapangan," ujarnya. 

Sehingga data yang dihasilkan tidak hanya untuk publikasi akademik, tetapi untuk memperkuat kebijakan daerah dan praktik pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.(*)

Baca juga: Tips Berpetualang ke Rawa Singkil, Habitat Orangutan Terpadat di Dunia

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved