Minggu, 3 Mei 2026

Berita Bireuen

Seratusan Anggota Pramuka Bireuen Bersihkan MIN 43 Bireuen

Seratusan lebih anggota pramuka Kwarcab Bireuen, Minggu (11/1/2026) membersihkan lumpur tebal di MIN 43 Bireuen atau MIN Cot Ara, Kutablang Bireuen

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/Yusmandin Idris
Para anggota Pramuka Kwarcab Bireuen, Minggu (11/1/2026) sedang membersihkan MIN 43 Bireuen di Cot Ara, Kutablang, Bireuen. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Seratusan lebih anggota pramuka Kwarcab Bireuen, Minggu (11/1/2026) membersihkan lumpur tebal di MIN 43 Bireuen atau MIN Cot Ara, Kutablang Bireuen

Madrasah tersebut salah satu madrasah yang rusak berat dihantam banjir bandang, pagar roboh, pintu gerbang lepas dan berbagai kerusakan lainnya.

Lumpur tebal memenuhi halaman dan berbagai ruangan.  

Para anggota pramuka Kwarcab Bireuen terlihat berbagi tugas, ada yang membersihkan lumpur di halaman, membersihkan dalam ruangan maupun membersihkan berbagai peralatan sekolah. 

Ketua Harian Kwarcab Pramuka Bireuen, M Yusuf SPd yang didampingi sejumlah pengurus lainnya mengatakan, selain gotong royong massal melibatkan puluhan anggota pramuka mereka juga
mengantar bantuan. 

Bantuan yang diantar adalah bantuan dari Kwarcab Pramuka Lamongan untuk sekolah tersebut mulai dari kereta sorong, sekop dan peralatan kebersihan lainnya. 

“Mereka sangat bersimpati dan ikut membantu membersihkan MIN 43 Bireuen dengan mengirim bantuan
untuk sekolah tersebut,” ujarnya.

Baca juga: IGOR & Pengurus PGRI Bersihkan Tiga Sekolah Dampak Banjir di Pidie

Disebutkan, dalam musibah banjir bandang, ada 11 anggota Pramuka Bireuen terdampak banjir dan mendapat perhatian dari para pengurus Pramuka Bireuen

Kepala MIN 43 Bireuen, Fajriani SAg MPd mengatakan, dalam musibah banjir madrasah tersebut terdampak banjir, komplek madrasah dipenuhi endapan lumpur tebal. 

Ketinggian air saat banjir bandang mencapai 2.5 meter, seluruh peralatan sekolah rusak.

Pembersihan sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu mulai dari wali murid, warga desa maupun jajaran Kankemenag, namun lumpur sangat tebal hingga saat ini belum bersih 100 persen.  

"Ruangan secara umum sudah bersih dan proses belajar dapat dilakukan kembali. Selain itu, Kankemenag Bireuen juga telah membantu tas bagi murid madrasah tersebut," ujarnya. (*)

Baca juga: Dampak Banjir Bandang, Desa Ulee Jalan-Bireuen Terancam Jadi Aliran Sungai

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved