Selasa, 5 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

FJPI Aceh Buka Donasi dan Salurkan Bantuan bagi Penyintas Banjir Bandang dan Longsor

FJPI Aceh akan menyalurkan bantuan donasi keempat yang dijadwalkan berangkat ke lokasi terdampak pada Sabtu (17/1/2026).

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/HO
ANAK-ANAK PENYITAS BANJIR - Anak-anak penyitas bencana banjir Bandang di Posko Pengusian Masjid, Paya Rebo Lhok, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara yang menerima bantuan dari donasi FJPI Aceh Peduli Bencana beberapa waktu lalu. 

Ringkasan Berita:
  • Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Provinsi Aceh membuka donasi sekaligus menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah di Aceh.
  • Donasi masih terus dibuka mengingat kebutuhan penyintas bencana yang belum sepenuhnya terpenuhi.
  • FJPI Aceh akan menyalurkan bantuan donasi keempat yang dijadwalkan berangkat ke lokasi terdampak pada Sabtu (17/1/2026). 

 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH — Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Provinsi Aceh membuka donasi sekaligus menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah di Aceh.

Donasi masih terus dibuka mengingat kebutuhan penyintas bencana yang belum sepenuhnya terpenuhi.

Ketua FJPI Aceh, Saniah LS, mengatakan uluran tangan masyarakat masih sangat dibutuhkan oleh para penyintas.

Keterlibatan FJPI Aceh dalam aksi kemanusiaan ini merupakan wujud kepedulian jurnalis perempuan, tidak hanya melalui pemberitaan, tetapi juga aksi nyata di lapangan.

“Kami merasa bertanggung jawab untuk membantu, tidak hanya melalui pemberitaan, tetapi juga dengan membuka donasi sebagai perpanjangan tangan dari masyarakat,” ujar Saniah, Jumat (16/1/2026).

FJPI Aceh akan menyalurkan bantuan donasi keempat yang dijadwalkan berangkat ke lokasi terdampak pada Sabtu (17/1/2026).

Penyaluran bantuan difokuskan di Desa Paya Rebo Lhok, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.

Selain bantuan logistik, FJPI Aceh juga akan menggelar pemeriksaan kesehatan bagi lansia serta layanan psikososial bagi anak-anak, bekerja sama dengan tenaga kesehatan setempat.

Baca juga: FJPI Aceh Gelar Pelatihan Jurnalistik untuk Siswa SMAN 1 Lhoknga Aceh Besar

Saniah menyebutkan, warga penyintas dari beberapa desa terdampak masih menghadapi kesulitan pascabencana, mulai dari kehilangan tempat tinggal hingga sumber penghidupan.

Di Kecamatan Sawang, Aceh Utara, sebagian warga masih mengungsi di posko dan tenda darurat yang didirikan di halaman rumah yang hanyut diterjang banjir.

“Sebagian penyintas masih bertahan di posko pengungsian atau tenda, sementara mereka tetap harus bekerja seperti biasa, ada yang berdagang dan ada pula yang menjadi buruh kupas pinang,” ungkapnya.

Banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh pada 26 November 2025 berdampak pada 18 kabupaten/kota.

Bencana tersebut menyebabkan masyarakat kehilangan anggota keluarga, rumah, harta benda, kebun, ternak, hingga tempat usaha.

Sejak sepekan pascabencana, FJPI Aceh membuka donasi dan menyalurkannya ke sejumlah daerah terdampak, seperti Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Utara, dan Aceh Singkil.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved