Jumat, 8 Mei 2026

Berita Aceh Tamiang

Begini Sudah Progres Pembersihan Jalan Utama dan Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang

Sebanyak 600 unit huntara bantuan Denantara telah diserahterimakan kepada Bupati Aceh Tamiang pada 10 Januari 2026.

Tayang:
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
Sejumlah prajurit TNI membersihkan lumpur akibat banjir di Aceh Tamiang. 

 Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Koordinator Penanggulangan Bencana di Aceh Tamiang, Brigjen TNI Mochammad Arif Hidayat, menjelaskan kalau progres pembersihan di jalan utama di Kabupaten Aceh Tamiang kini telah mencapai sekitar 90 persen. 

Namun proses tersebut masih menunggu partisipasi masyarakat dalam membersihkan rumah masing-masing. 

Dimana saat lumpur hasil pembersihan rumah dibuang ke pinggir jalan, maka akan terus diangkut oleh petugas agar akses jalan dapat sepenuhnya normal.

“Secara keseluruhan, untuk jalan sudah hampir selesai. Sementara pembersihan kayu gelondongan di wilayah Pondok Pesantren Darul Mukhlisin sudah 100 persen. 

Kayu-kayu tersebut dikeluarkan dan ditumpuk di luar lokasi, sisanya digeser untuk dijadikan tanggul,” kata Arif, dalam rilis yang diterima Serambinews.com, Sabtu (17/1/2026).

Baca juga: Huntara Tahap Pertama di Aceh Timur Rampung, Al-Farlaky: Kita Ada Tim Verifikasi Data

Dikatakan Arief, pembersihan serupa juga telah diselesaikan di kawasan Kota Lintang Bawah. 

Kayu gelondongan itu disusun dan dirapikan. Untuk tindaklanjut akan dilakukan oleh pemerintah daerah.

“Proses pembersihan di Desa Suka Jadi dan Karang Baru juga sudah mulai dilakukan dan menunjukkan perkembangan yang baik,” ujarnya.

Di sisi lain, sambung Arif, pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak juga terus dikebut. 

Sebanyak 600 unit huntara bantuan Denantara telah diserahterimakan kepada Bupati Aceh Tamiang pada 10 Januari 2026.

“Huntara tersebut rencananya akan diisi oleh 154 kepala keluarga (KK) pengungsi dari Desa Suka Jadi yang sebelumnya mengungsi di bawah jembatan,” kata Arif.

Baca juga: BPS Kerahkan Ratusan Mahasiswa untuk Pendataan Korban Bencana di Aceh Tamiang

BNPB juga tengah memproses pembangunan huntara di beberapa titik lainnya, di antaranya dua lokasi di Kecamatan Banda Pusaka, yakni Desa Babo dan Desa Alur Jambu. 

Disamping itu, pembangunan huntara mandiri juga sedang berjalan di sejumlah lokasi.

Arif menegaskan bahwa penempatan pengungsi sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah daerah. 

BNPB bertugas mendukung percepatan pembangunan dan penyediaan fasilitas bagi warga terdampak.

Arif menyebut, Huntara dibangun dari berbagai pihak, baik Denantara, kementerian, relawan, hingga dukungan alat berat dari berbagai instansi sudah dikerahkan untuk membersihkan jalan, sekolah, masjid, serta fasilitas umum dan sosial lainnya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tabah dan bersabar. Pemerintah hadir dan terus bergerak dalam percepatan penanganan bencana ini,” pungkasnya.(*)

Baca juga: Partai Gema Bangsa Dideklarasikan, Nyatakan Dukung Prabowo di Pilpres 2029, Ini Profil Ketuanya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved