Selasa, 19 Mei 2026

Berita Aceh Timur

Akhiri Masa Jembatan Batang Kelapa, Jalur Peunaron-Ranto Peureulak Bakal Dipasang Jambatan Aramco

Proses pengerjaan besar ini dimulai pada hari ini Senin (19/1/2026), perbaikan ini dilakukan untuk memastikan keselamatan warga

Tayang:
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Amirullah
Serambinews.com/Maulidi Alfata
Pengendara motor sedang melewati jembatan darurat di Gunung Putus yang dibuat dari Batang Kelapa, lalulintas itu juga dipantau oleh Camat Peunaron Muhammad Ishak, Senin (19/1/2026). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM,IDI - Jembatan darurat di kawasan Gunung Putus, Desa Peunaron Lama, yang sebelumnya hanya mengandalkan batang pohon kelapa, kini mulai diperbaiki secara permanen menggunakan konstruksi jembatan Aramco.

Proses pengerjaan besar ini dimulai pada hari ini Senin (19/1/2026), perbaikan ini dilakukan untuk memastikan keselamatan warga saat melintas jembatan amblas di Gunung Putus.

Dari keterangan Camat Peunaron, Muhammad Ishak, menjelaskan bahwa jembatan yang dibangun pasca banjor itu sering amblas dan tak kuat menahan tonase kendaraan.

"Sesuai arahan Bapak Bupati, alat berat dari BNPB sudah di lokasi. Kita tidak lagi menggunakan batang kelapa, tapi memasang Aramco bantuan dari Kodim agar lebih kokoh," ujar Muhammad di lokasi peninjauan, Senin (19/1).

Bagi masyarakat yang kerap melintasi jalur Lokop-Peureulak, harap memperhatikan jadwal penting ini. Mengingat pengerjaan pemasangan Aramco membutuhkan ruang yang luas dan tingkat keamanan tinggi, pihak Muspika akan memberlakukan sistem buka-tutup arus lalu lintas.

Baca juga: Tim SAR Bermalam di Jurang 200 Meter demi Jaga Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh

Hari dan tanggal: Rabu, 21 Januari 2026

Jam operasional: Pukul 08:30 WIB hingga selesai (estimasi pengerjaan inti 12 jam)

Lokasi Perbatasan Peunaron - Ranto Peureulak (Gunung Putus).

"Kami memohon pengertian para pengguna jalan. Penutupan sementara ini demi kelancaran alat berat bekerja sehingga jembatan bisa tuntas tepat waktu dalam sepekan ke depan," tambahnya.

Perbaikan ini tidak hanya melibatkan alat berat, tetapi juga semangat gotong royong. Aparatur desa hingga masyarakat setempat turun langsung membantu teknis pengerjaan di lapangan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada TNI/Polri, BNPB, dan para donatur yang telah bergerak cepat merespons keluhan warga terkait akses transportasi yang sempat terhambat.

"Target kita seminggu selesai. Setelah itu, kendaraan berbagai jenis bisa melintas dengan tenang tanpa khawatir jembatan akan amblas lagi," pungkas putra asli Idi Cut tersebut.

Perbaikan jembatan ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, BNPB, Muspika Peunaron, serta dukungan Kodim 0104/Aceh Timur. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved