Rabu, 22 April 2026

Pemulihan Aceh

740 Mahasiswa Umuslim Dilepas KKM, Ditempatkan di Kecamatan Terdampak Banjir

Sebanyak 740 mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Kabupaten Bireuen tahap II angkatan XXVIII, secara resmi

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/HO
MAHASISWA KKM - Wakil Bupati Bireuen Ir H Razuardi MT didampingi Rektor Umuslim Peusangan Dr Marwan MPd dan jajaran saat serah terima 740 mahasiswa KKM kepada 12 kecamatan di Kantor Bupati Bireuen, Senin (19/1/2026). Serambinews.com/HO 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sebanyak 740 mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Kabupaten Bireuen, tahap II angkatan XXVIII, secara resmi diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk melaksanakan pengabdian lapangan, Senin (19/1/2026).

Serah terima mahasiswa berlangsung di Kantor Bupati Bireuen. Para mahasiswa akan melaksanakan KKM selama satu bulan penuh di 26 desa yang tersebar di 12 kecamatan terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Bireuen.

Rektor Umuslim Peusangan, Dr Marwan, MPd, menyampaikan bahwa pada masa tanggap darurat bencana sebelumnya, sebanyak 183 mahasiswa telah lebih dulu mengikuti KKM tahap I di Kecamatan Peusangan, Peusangan Selatan, dan Jangka. Dengan tambahan 740 mahasiswa pada tahap II, total peserta KKM angkatan XXVIII mencapai 923 orang dari berbagai program studi.

Baca juga: Satgas Rehabilitasi Didesak Berkantor di Aceh, Begini Ulasan Pengamat Unimal

“Pada KKM tahap pertama, mahasiswa terlibat dalam membantu penyeberangan warga, penyaluran bantuan logistik, pendidikan darurat, pelayanan kesehatan, serta kegiatan dapur umum di gampong-gampong,” ujar Marwan.

KKM tahap II ini menempatkan mahasiswa di Kecamatan Peusangan, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng, Jangka, Kutablang, Kota Juang, Jeumpa, Peulimbang, Peudada, Jeunieb, Simpang Mamplam, dan Samalanga. Marwan berharap keberadaan mahasiswa dapat memberi dampak nyata bagi masyarakat, sejalan dengan program “Mahasiswa Berdampak” dari Kemendikti Saintek.

“Selama satu bulan KKM, kami berharap mahasiswa dapat membantu meringankan beban masyarakat, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, serta melalui peran masing-masing program studi dengan berbagi ilmu pengetahuan,” katanya.

Bupati Bireuen, H Mukhlis ST, yang diwakili Wakil Bupati Bireuen, Ir H Razuardi MT, mengatakan bahwa pelaksanaan KKM merupakan perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus kontribusi nyata Umuslim dalam mendukung pembangunan daerah.

“Mahasiswa akan belajar komunikasi sosial, sebuah ilmu kehidupan yang tidak sepenuhnya diperoleh di bangku kuliah. Saya berharap saudara mampu mentransfer pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman akademik untuk membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana,” pesannya, seraya meminta mahasiswa menjaga nama baik almamater.

Ia juga mengimbau para camat untuk menyambut dan memfasilitasi mahasiswa KKM dengan baik, memberikan arahan terkait kondisi wilayah masing-masing, serta memastikan keamanan dan kenyamanan selama masa pengabdian.

Berdasarkan data yang diperoleh Serambinews.com, lokasi penempatan mahasiswa meliputi Peusangan (7 desa), Peusangan Selatan (1), Peusangan Siblah Krueng (1), Jangka (2), Samalanga (5), Simpang Mamplam (1), Peulimbang (1), Jeunieb (2), Peudada (1), Jeumpa (2), Kota Juang (1), dan Kutablang (2).

Jumlah mahasiswa terbanyak ditempatkan di Kecamatan Peusangan sebanyak 216 orang, disusul Samalanga 119 orang, Jeumpa 65 orang, Kutablang 62 orang, Jangka 60 orang, Jeunieb 52 orang, Kota Juang 34 orang, Peusangan Selatan dan Peudada masing-masing 33 orang, Peulimbang 30 orang, Peusangan Siblah Krueng 30 orang, serta Simpang Mamplam enam orang. Seluruh mahasiswa didampingi 17 dosen pendamping lapangan. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved