Banjir Landa Aceh
Besok, Mendagri Tito Karnavian Kembali Kunjungi Korban Banjir Aceh Timur
Kunjungan ini juga menjadi sinyal kuat bahwa percepatan pemulihan pascabencana di Aceh menjadi prioritas nasional.
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Faisal Zamzami
Ringkasan Berita:
- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian, dijadwalkan kembali meninjau langsung dampak banjir di Kabupaten Aceh Timur pada Kamis (22/1/2026).
- Kunjungan ini difokuskan untuk melihat kondisi kerusakan infrastruktur yang parah akibat bencana banjir yang melanda wilayah tersebut.
- Titik utama kunjungan Mendagri adalah Gampong Pante Labu, Kecamatan Pante Bidari, yang menjadi perhatian khusus pemerintah pusat setelah akses penghubung antar-kabupaten terputus.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Maulidi Alfata | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian, dijadwalkan kembali meninjau langsung dampak banjir di Kabupaten Aceh Timur pada Kamis (22/1/2026).
Kunjungan ini difokuskan untuk melihat kondisi kerusakan infrastruktur yang parah akibat bencana banjir yang melanda wilayah tersebut.
Berdasarkan agenda resmi yang diterima Setambinews.com, titik utama kunjungan Mendagri adalah Gampong Pante Labu, Kecamatan Pante Bidari, yang menjadi perhatian khusus pemerintah pusat setelah akses penghubung antar-kabupaten terputus.
Rombongan Mendagri akan tiba menggunakan helikopter dan mendarat di Lapangan Bola Pasi Tinggi, Gampong Pante Labu, pada koordinat 4.947327, 97.5027 pada pagi hari.
Setibanya di lokasi pendaratan, Mendagri akan disambut langsung oleh Pj Bupati Aceh Timur beserta jajaran Forkopimda sebelum bergerak menggunakan kendaraan darat menuju lokasi bencana.
Baca juga: Hari Ke-55 Pascabanjir, Kayu Masih Menumpuk di Desa Rantau Panjang-Aceh Timur
Fokus utama peninjauan adalah ruas jalan yang putus total yang menghubungkan Gampong Pante Labu (Aceh Timur) dengan Kecamatan Langkahan (Aceh Utara).
Jalur ini merupakan urat nadi transportasi warga yang lumpuh total akibat terjangan banjir besar beberapa waktu lalu.
Perjalanan dari titik pendaratan menuju lokasi kerusakan jalan diperkirakan memakan waktu sekitar 15 menit.
Kehadiran Mendagri diharapkan dapat mempercepat langkah taktis pemerintah pusat dalam memberikan bantuan rehabilitasi infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak berat.
Kunjungan ini juga menjadi sinyal kuat bahwa percepatan pemulihan pascabencana di Aceh menjadi prioritas nasional.
Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan upaya masif pemerintah daerah dan BNPB dalam pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi para pengungsi di wilayah pedalaman Aceh Timur.(*)
| Diterjang Banjir Puluhan Dapur Bata di Bireuen Hancur, Warga Menjerit Minta Dukungan Pemerintah |
|
|---|
| Banjir Luapan Kepung Pidie Jaya, Jalan Nasional Terganggu Hingga Mobil Terjebak |
|
|---|
| Empat Bulan Pascabanjir, Aceh Tamiang Masih Krisis Air Bersih |
|
|---|
| Pembangunan Jembatan Bailey di Blang Reubek-Aceh Utara Rampung, Kapasitas 20 Ton |
|
|---|
| Dua Jembatan Ambruk Akibat Banjir di Aceh Singkil belum Tersentuh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Mendagri-Muhammad-Tito-Karnavian-berbincang-dengan-pengungsi-di-tenda.jpg)