Berita Bireuen
Menteri PU Resmikan Pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum Kutablang
Menteri PU menjelaskan bahwa jembatan Krueng Tingkeum merupakan bagian dari lintasan nasional Banda Aceh–Medan.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo, Rabu (21/1/2026), meninjau sekaligus meresmikan dimulainya pembangunan jembatan rangka baja permanen Krueng Tingkeum di Kutablang, Kabupaten Bireuen. Peninjauan tersebut didampingi sejumlah pejabat, termasuk anggota DPR RI, H Ruslan M Daud.
Jembatan kembar permanen yang dibangun memiliki panjang sekitar 150 meter.
Pekerjaan sebenarnya telah dimulai beberapa waktu lalu dan ditandai dengan pemancangan tiang pondasi pertama yang disaksikan langsung oleh Menteri PU.
Setiba di lokasi, Menteri PU terlebih dahulu melihat paparan data berbagai kegiatan pembangunan infrastruktur di Aceh, seperti jembatan, jalan, dan penanganan longsor, yang dipajang di dinding tenda pertemuan.
Menteri juga mendengarkan penjelasan dari masing-masing satuan kerja (Satker) dan satgas, sembari menanyakan progres serta langkah percepatan penyelesaian pekerjaan.
Paparan tidak hanya mencakup wilayah Bireuen, tetapi juga seluruh kabupaten/kota di Aceh. Setelah sekitar 20 menit mendengarkan penjelasan dan memberikan arahan.
Baca juga: HRD Apresiasi Menteri PU Bangun 20 Jembatan Permanen dan 68 Titik Longsoran Pasca Bencana di Aceh
Menteri PU melanjutkan pertemuan melalui zoom meeting dengan para pelaksana lapangan di seluruh Aceh, mulai dari Bireuen hingga Aceh Tamiang. Dalam pertemuan tersebut berlangsung dialog dan tanya jawab terkait berbagai kendala di lapangan.
Salah satu isu yang disoroti adalah percepatan penanganan sejumlah jembatan rusak serta penyediaan air minum bersih di Aceh Tamiang, terutama menjelang bulan Ramadan, agar kebutuhan masyarakat dan fasilitas umum dapat terpenuhi dengan baik.
Usai pertemuan virtual yang ditutup dengan doa dan santunan kepada anak yatim, Menteri PU bersama rombongan meninjau langsung pekerjaan pemasangan tiang pancang. Alat berat terlihat beroperasi di sisi kiri jembatan untuk menancapkan tiang pondasi baja.
Dalam jumpa pers, Menteri PU menjelaskan bahwa jembatan Krueng Tingkeum merupakan bagian dari lintasan nasional Banda Aceh–Medan.
Meski saat ini sudah terpasang jembatan baili, pembatasan tonase kendaraan tidak dapat dikontrol secara maksimal. Oleh karena itu, pembangunan jembatan permanen dipercepat agar arus logistik tetap lancar.
“Di Aceh saat ini ada delapan jembatan yang sedang dibangun. Targetnya, satu jembatan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar delapan bulan,” kata Menteri PU.
Baca juga: VIDEO Menteri PU Resmikan Pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum Kutablang
Ia menambahkan, ratusan jembatan di Aceh terdampak banjir. Pada masa tanggap darurat, penanganan difokuskan pada infrastruktur vital agar mobilitas logistik tidak terputus.
Sesuai arahan Presiden, tidak boleh ada satu pun kabupaten/kota yang terisolasi. Setelah masa tanggap darurat, seluruh jembatan dan jalan provinsi maupun kabupaten yang terdampak banjir akan direkonstruksi.
Jembatan baru Krueng Tingkeum dibangun di sisi hilir jembatan eksisting untuk mendukung kelancaran lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.
Tahapan pekerjaan meliputi pemancangan tiang pondasi, pembesian dan pengecoran pile cap, pembangunan abutment dan pilar, pemasangan bangunan atas, pengecoran lantai jembatan, pengaspalan, hingga pemasangan komponen pelengkap.
Arus lalu lintas sempat lumpuh total
Sementara itu, jembatan lama sepanjang sekitar 120 meter yang sempat putus tetap dipertahankan dan telah disambungkan dengan jembatan baili sebagai lintasan utama Banda Aceh–Medan.
Baca juga: Pembangunan Jembatan Permanen Krueng Tingkeum Dimulai, Target Rampung 8 Bulan
Jembatan rangka baja Krueng Tingkeum sebelumnya putus total di bagian timur sepanjang lebih dari 35 meter akibat banjir bandang, sehingga arus lalu lintas sempat lumpuh total.
Pemerintah melalui Kementerian PU bersama TNI kemudian memasang jembatan baili yang mulai dibuka untuk umum pada 26 Desember 2025.
Namun, jembatan tersebut sempat mengalami kerusakan lantai pada 14 dan 16 Januari 2026, sehingga harus ditutup sementara untuk perbaikan. Selama penutupan, arus kendaraan dialihkan melalui jalur alternatif Awe Geutah Paya–Teupin Reudeup, Peusangan Selatan. (*)
Baca juga: Wow, Sore Ini Harga Emas di Langsa Genap Rp 9 Juta, Edisi 21 Januari 2026
| Kemenkes Bantu 3 Ambulans untuk Tiga Puskesmas Terdampak Bencana di Bireuen |
|
|---|
| Ribuan KK Korban Banjir Bireuen Mulai Terima Dana Stimulan Ekonomi dan Bantuan Perabot |
|
|---|
| Sekda Bireuen Dilantik, M Nasir Sebut Sekda Adalah Komunikator Utama Pemerintahan Daerah |
|
|---|
| Nelayan Kuala Raja Bireuen Dibantu Pengurusan E-Pas Kapal Kecil 1-7 GT |
|
|---|
| Pemkab Tera Ulang Timbangan Pedagang di Gandapura, Begini Maknanya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Menteri-PU-resmikan-pembangunan-jembatan-krueng-tingkeum-kutablang-bireuen_.jpg)