Kamis, 30 April 2026

Berita Nagan Raya

Usulan untuk Bangun Lapas di Nagan Raya Terkendala Lahan, Begini Tanggapan Pemkab dan BPN

Kabupaten Nagan Raya dilaporkan hingga kini belum memilki Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Tayang:
Penulis: Rizwan | Editor: Mursal Ismail
Chat GPT
ILUSTRASI LAPAS - Ilustrasi Lapas yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan atau AI Chat GPT, Minggu (21/1/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Kabupaten Nagan Raya hingga kini belum memiliki Lapas sehingga sekitar 200 warga binaan asal Nagan Raya masih ditahan di Lapas Meulaboh.
  • Pemkab Nagan Raya telah menyiapkan lahan eks HGU seluas sekitar 5 hektare, namun proses sertifikasi terkendala regulasi dan belum mendapat persetujuan Menteri ATR melalui BPN.
  • Pihak Lapas, Bapas, dan Pemkab mendorong percepatan sertifikasi lahan agar pembangunan Lapas Nagan Raya segera diusulkan ke pemerintah pusat.
 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rizwan I Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Kabupaten Nagan Raya dilaporkan hingga kini belum memilki Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Sehingga masyarakat Nagan Raya yang berkaitan dengan hukum masih harus di Lapas Meulaboh Aceh Barat, karena Lapas untuk Nagan Raya belum juga bisa dibangun meski sudah 23 tahun mekar dari Aceh Barat.

Penyebab belum didirikan oleh pemerintah pusat karena belum memiliki lahan yang dihibahkan oleh Pemkab Nagan Raya dalam bentuk sertifikat tanah yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Kepala Lapas Meulaboh, Tendi Kustendi dan Kepala Bapas Nagan Raya, Bohera Laurensius Pardede, yang ditanyai Serambinews.com, Rabu (21/1/2026) disela-sela menghadiri rapat koordinasi pemberlakukan KUHP baru di Nagan mengakui bahwa Nagan Raya belum diusul untuk pendirian atau pembangunan Lapas.

"Tanah yang disiapkan Pemkab Nagan Raya sekitar 5 hektare. Lahan itu belum keluar sertifikat dari BPN sehingga belum bisa diusulkan untuk pembangunan Lapas," jelasnya.

Diakuinya, lahan yang disiapkan itu dari keterangan bahwa merupakan lahan eks HGU (hak guna usaha) perusahaan di Nagan Raya.

Baca juga: Bebas Pulsa, Warga Aceh Kini Bisa Lapor Situasi Darurat ke Nomor 112

Menurut Pardede, terkait keberadaan Lapas di Nagan sudah sangat perlu sehingga biar lebih lengkap dalam lembaga hukuma.

Apalagi saat ada warga yang tersangkut hukum tidak harus lagi ke Lapas Meulaboh seperti selama ini dan bisa di Lapas Nagan Raya.

"Keluarga yang ingin menjenguk warga binaan yang keluarganya ditahan di Lapas juga lebih mudah.

Kemudian proses persidangan juga tidak harus antar jemput lagi dari Nagan Raya ke Meulaboh seperti selama ini," jelas Kepala Badan Pemasyarakatan (Bapas) Nagan Raya.

Pardede mengakui, dari berbagai pertemuan dengan pimpinan daerah, DPRK dan Forkopimda menyuarakan agar keberadaan Lapas perlu segera dilakukan, termasuk soal lahan.

200 Penghuni Lapas Warga Nagan Raya 

Baca juga: Target Penuntasan Penyusunan Dokumen R3P Aceh Digeser ke Akhir Januari 2026

Kepala Lapas Meulaboh, Tendi  juga menyampaikan hal sama bahwa Lapas saat ini tunduk di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

"Untuk bisa diusulkan pendirikan Lapas Nagan Raya ke kementerian adalah harus memiliki lahan yang telah bersertifikat. Lapas Meulaboh tentunya merekomendasi terhadap pendirian itu," jelas Tendi.

Dikatakan, sejauh ini belum diusul karena belum ada lahan yang bersertifikat dan pusat tidak mau menerima bila belum ada sertifikat karena khawatir bermasalah," jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved