Banjir Landa Aceh
Guru SMAN 1 Peusangan Siblah Krueng: “Entah Kapan Sekolah Kami Bersih”
Di tengah kompleks sekolah, lumpur masih menggunung setinggi lebih dari satu meter, bahkan menyisakan genangan air
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
Ringkasan Berita:
- SMAN 1 Peusangan Siblah Krueng yang kini menjadi saksi bisu dahsyatnya banjir bandang akhir tahun lalu.
- Murniati, guru bahasa Inggris, mengungkapkan rasa lelah sekaligus pasrah. “Sekolah kami hingga saat ini belum bersih, entah kapan akan bersih,” katanya.
- Di tengah kompleks sekolah, lumpur masih menggunung setinggi lebih dari satu meter, bahkan menyisakan genangan air
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmadin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Di Desa Lueng Daneun, tepat di samping kantor camat, berdiri SMAN 1 Peusangan Siblah Krueng yang kini menjadi saksi bisu dahsyatnya banjir bandang akhir tahun lalu.
Hingga Jumat (23/1/2026), sekolah ini masih dipenuhi endapan lumpur, membuat proses belajar mengajar berjalan seadanya.
Beberapa ruangan memang sudah dibersihkan, namun para siswa harus duduk di lantai karena seluruh fasilitas rusak.
Di tengah kompleks sekolah, lumpur masih menggunung setinggi lebih dari satu meter, bahkan menyisakan genangan air.
Rangka kursi besi berserakan, papan kayu yang rapuh terendam, dan sebagian guru memilih duduk di selasar sekolah yang masih bisa digunakan.
Belajar di Tengah Lumpur
Murniati, guru bahasa Inggris, mengungkapkan rasa lelah sekaligus pasrah. “Sekolah kami hingga saat ini belum bersih, entah kapan akan bersih,” katanya.
Meski pembersihan dilakukan oleh siswa, guru, relawan, hingga unsur TNI, endapan lumpur tetap menyulitkan. Hanya beberapa ruangan yang bisa dipakai untuk belajar, itu pun dengan kondisi seadanya.
Khairurrazi, guru lainnya, menambahkan bahwa dari sembilan ruang belajar, ruang UKS, ruang guru, dan ruang kepala sekolah, sebagian besar sudah dibersihkan.
Namun laboratorium yang sempat menjadi kebanggaan kini rusak total.
“Jumlah murid ada 170 orang, guru 60 orang. Semua berusaha bertahan, tapi fasilitas hancur,” ujarnya.
Bantuan yang Belum Menuntaskan
Beberapa waktu lalu, alat berat dari Dinas Pendidikan yang dikirim Gubernur Aceh sempat membantu membersihkan sebagian lumpur.
Namun pekerjaan besar masih menanti. Ketinggian air saat banjir mencapai lebih dari dua meter, merendam seluruh peralatan sekolah, termasuk televisi besar yang baru dibeli dua hari sebelum musibah.
| Diterjang Banjir Puluhan Dapur Bata di Bireuen Hancur, Warga Menjerit Minta Dukungan Pemerintah |
|
|---|
| Banjir Luapan Kepung Pidie Jaya, Jalan Nasional Terganggu Hingga Mobil Terjebak |
|
|---|
| Empat Bulan Pascabanjir, Aceh Tamiang Masih Krisis Air Bersih |
|
|---|
| Pembangunan Jembatan Bailey di Blang Reubek-Aceh Utara Rampung, Kapasitas 20 Ton |
|
|---|
| Dua Jembatan Ambruk Akibat Banjir di Aceh Singkil belum Tersentuh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/guru-sma-1-peusangan-2401.jpg)