Banjir Landa Aceh
Warga Lubuksidup, Aceh Tamiang Mulai Direlokasi ke Huntara
Relokasi ini berlangsung sejak Kamis (16/4/2026) kemarin, seiring telah rampungnya proses pembangunan huntara di kampung itu.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nurul Hayati
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 163 keluarga di Kampung Lubuksidup, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang mulai direlokasi ke hunian sementara (huntara) sejak Kamis (16/4/2026), setelah pembangunan huntara rampung.
- Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, menyebut relokasi ini sebagai solusi sementara untuk menyediakan hunian lebih layak pasca banjir bandang 26 November 2025 yang merusak hampir seluruh rumah di kampung tersebut.
- Huntara dilengkapi fasilitas dasar seperti MCK dan sumber air bersih, meski belum sempurna.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Sebanyak 163 keluarga di Kampung Lubuksidup, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang mulai direlokasi ke hunian sementara (Huntara).
Relokasi ini berlangsung sejak Kamis (16/4/2026) kemarin, seiring telah rampungnya proses pembangunan huntara di kampung itu.
“Pemerintah terus berpikir mencari solusi untuk memberikan hunian yang layak untuk masyarakat,” kata Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, Sabtu (18/4/2026).
Disadarinya kalau huntara belum sempurna, tapi setidaknya bisa dijadikan tempat hunian yang lebih manusiawi bagi masyarakat.
“Tersedia fasilitas seperti MCK dengan sumber air yang baik, ini harus kita syukuri bersama,” kata Armia.
Lubuksidup merupakan salah satu kampung di Aceh Tamiang yang mengalami kerusakan terparah pada banjir bandang 26 November 2026 lalu.
Kerusakan rumah yang nyaris mencapai 100 persen sempat menyatakan desa ini sebagai perkampungan yang hilang.
Kebutuhan huntara di Aceh Tamiang mencapai 8.190 unit.
Baca juga: Rp 824 Miliar Dana TKS Tak Masuk, Kerugian Pasca Bencana Aceh Barat Tembus Rp 1,29 Triliun
Sejauh ini progres pembangunan baru mencapai 50 persen, sehingga diperlukan konsentrasi untuk merealisasikannya.
Pemerintah daerah sendiri diyakinkan Armia Pahmi terus berkoordinasi dengan perusahaan perkebunan yang memegang hak guna usaha (HGU).
“Sebagian perusahaan sudah menunjukkan komitmennya dengan memberikan HGU-nya, peran ini sangat penting dalam membantu masyarakat kita yang membutuhkan hunian layak,” ungkapnya.
Sementara kebutuhan huntap mencapai 10 ribu unit.
Sejauh ini realisasi pembangunan huntap baru dilakukan oleh Buddha Tzu chi sebanyak 500 unit dan Mabes Polri 150 unit. (*)
longsor di Lubuksidup
Lubuksidup
Hunian Sementara
Hunian Korban Bencana
hunian tetap
hunian
Aceh Tamiang
Serambinews.com
Serambinews
| Safrizal Minta Pembangunan Jembatan Dikebut |
|
|---|
| Tamiang Butuh Rp 500 M untuk Perbaiki Tambak |
|
|---|
| Sempat Banjir Susulan, Kabdisdik Wilayah Aceh Utara Instruksikan Sekolah Gotong Royong |
|
|---|
| Kejar Ketertinggalan Belajar Pascabanjir, Murid SD di Aceh Tamiang Belajar Metode Berhitung Gasing |
|
|---|
| 4 Bulan Pascabanjir, Ratusan Sekolah di Aceh Utara Masih Belajar di Lantai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tenda-pengungsi-dalam-jumlah-banyak-masih-memenuhi-Kampung-Lubuksidup-Aceh-Tamiang.jpg)