Sabtu, 18 April 2026

Banjir Landa Aceh

Warga Lubuksidup, Aceh Tamiang Mulai Direlokasi ke Huntara

Relokasi ini berlangsung sejak Kamis (16/4/2026) kemarin, seiring telah rampungnya proses pembangunan huntara di kampung itu.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Rahmad Wiguna
LEBARAN DI TENDA - Tenda pengungsi dalam jumlah banyak masih memenuhi Kampung Lubuksidup, Aceh Tamiang, Selasa (17/3/2026). Para penyintas dipastikan merayakan Idul Fitri 1447 H di tenda seiring belum selesainya pembangunan Huntap. 
Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 163 keluarga di Kampung Lubuksidup, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang mulai direlokasi ke hunian sementara (huntara) sejak Kamis (16/4/2026), setelah pembangunan huntara rampung.
  • Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, menyebut relokasi ini sebagai solusi sementara untuk menyediakan hunian lebih layak pasca banjir bandang 26 November 2025 yang merusak hampir seluruh rumah di kampung tersebut.
  • Huntara dilengkapi fasilitas dasar seperti MCK dan sumber air bersih, meski belum sempurna.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Sebanyak 163 keluarga di Kampung Lubuksidup, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang mulai direlokasi ke hunian sementara (Huntara).

Relokasi ini berlangsung sejak Kamis (16/4/2026) kemarin, seiring telah rampungnya proses pembangunan huntara di kampung itu.

“Pemerintah terus berpikir mencari solusi untuk memberikan hunian yang layak untuk masyarakat,” kata Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, Sabtu (18/4/2026).

Disadarinya kalau huntara belum sempurna, tapi setidaknya bisa dijadikan tempat hunian yang lebih manusiawi bagi masyarakat.

“Tersedia fasilitas seperti MCK dengan sumber air yang baik, ini harus kita syukuri bersama,” kata Armia.

Lubuksidup merupakan salah satu kampung di Aceh Tamiang yang mengalami kerusakan terparah pada banjir bandang 26 November 2026 lalu.

Kerusakan rumah yang nyaris mencapai 100 persen sempat menyatakan desa ini sebagai perkampungan yang hilang.

Kebutuhan huntara di Aceh Tamiang mencapai 8.190 unit.

Baca juga: Rp 824 Miliar Dana TKS Tak Masuk, Kerugian Pasca Bencana Aceh Barat Tembus Rp 1,29 Triliun

Sejauh ini progres pembangunan baru mencapai 50 persen, sehingga diperlukan konsentrasi untuk merealisasikannya.

Pemerintah daerah sendiri diyakinkan Armia Pahmi terus berkoordinasi dengan perusahaan perkebunan yang memegang hak guna usaha (HGU).

“Sebagian perusahaan sudah menunjukkan komitmennya dengan memberikan HGU-nya, peran ini sangat penting dalam membantu masyarakat kita yang membutuhkan hunian layak,” ungkapnya.

Sementara kebutuhan huntap mencapai 10 ribu unit.

Sejauh ini realisasi pembangunan huntap baru dilakukan oleh Buddha Tzu chi sebanyak 500 unit dan Mabes Polri 150 unit. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved