Selasa, 21 April 2026

Berita Banda Aceh

Petani Sawit Pertanyakan Keterlibatan BPDP dalam Proses Pemulihan Aceh Pasca Bencana

kondisi darurat di Aceh dan beberapa wilayah Sumatra seharusnya membuka ruang bagi BPDP untuk mengambil peran

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/m anshar
KEBUN SAWIT - Perkebunan kelapa sawit rusak akibat diterjang banjir di Desa Baling Karang, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang. Foto direkam Rabu (31/12/2025) lalu. 

Ringkasan Berita:Petani kelapa sawit mempertanyakan keterlibatan BPDP dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pascabencana banjir.
 
Sangat penting menggerakkan kembali sektor ekonomi di wilayah terdampak bencana agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah.
 
Salah satu sektor yang dinilai paling memungkinkan untuk segera bergerak adalah sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit rakyat.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Petani kelapa sawit mempertanyakan keterlibatan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pascabencana banjir dan tanah longsor yang merusak kawasan perkebunan rakyat di sejumlah wilayah.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Apkasindo Bidang Organisasi, Keanggotaan, Hukum dan Advokasi, Fadhli Ali, mengatakan, hingga kini pihaknya belum melihat peran dan kontribusi nyata BPDP dalam pemulihan perkebunan kelapa sawit rakyat yang terdampak bencana.

"Dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pascabanjir dan longsor kami belum melihat peran dan kontribusi BPDP

Padahal lembaga ini memiliki anggaran yang cukup besar untuk kegiatan replanting serta pembangunan sarana dan prasarana di perkebunan kelapa sawit rakyat," kata Fadhli Ali, kepada Serambinews.com, Minggu (25/1/2026).

Menurut Fadhli, saat ini memang belum terdapat petunjuk teknis yang secara khusus mengatur intervensi BPDP dalam rehabilitasi dan rekonstruksi perkebunan pascabencana.

Namun kondisi darurat di Aceh dan beberapa wilayah Sumatra seharusnya membuka ruang bagi BPDP untuk mengambil peran.

Baca juga: Harga Sawit di Aceh Singkil Turun Jadi Rp 2.310 per Kilogram

"Pada saat situasi normal saja BPDP bisa membiayai kegiatan replanting dan sarpras pada kawasan perkebunan rakyat. 

Harusnya pada saat bencana Aceh-Sumatera, di mana kawasan perkebunan rakyat hancur berantakan lembaga ini juga dimungkinkan terlibat," jelasnya.

Ia menilai, jika BPDP terlibat dalam penanganan sarana dan prasarana seperti perbaikan saluran drainase, pembangunan dan peningkatan jalan kebun, hingga bantuan alat berat.

Maka hal tersebut akan sangat membantu percepatan pemulihan serta meringankan beban Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Aceh.

Lebih lanjut, Fadhli juga menekankan pentingnya menggerakkan kembali sektor ekonomi di wilayah terdampak bencana agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah.

Menggerakkan ekonomi masyarakat di daerah bencana

Salah satu sektor yang dinilai paling memungkinkan untuk segera bergerak adalah sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit rakyat.

"Sawah butuh waktu lama untuk dapat kembali difungsikan. Tambak juga demikian namun akan berbeda dengan sektor perkebunan (tanaman tahunan). 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved