Berita Aceh Singkil
Rumah Donasi Rp 10 Ribu Mulai Dibangun di Aceh Singkil
Rumah hasil donasi Rp 10 ribu per bulan per orang yang digagas Gerakan Relawan Rumah Dhuafa (Garda) Indonesia, mulai dibangun di Aceh Singkil
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL – Rumah hasil donasi Rp 10 ribu per bulan per orang yang digagas Gerakan Relawan Rumah Dhuafa (Garda) Indonesia, mulai dibangun di Aceh Singkil.
Peletakan batu pertama pembangunan rumah tersebut dilakukan Wakil Bupati Aceh Singkil H Hamzah Sulaiman, SH.
Pembangunan rumah layak huni ke-7 tersebut untuk Mawarni janda empat anak di Desa Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah.
Diketahui janda usia 30 tahun itu sudah dua tahun mengurus dan membesarkan empat anaknya yang sudah yatim di gubuk reyot ukuran 4x4 meter.
Wakil Bupati Aceh Singkil, Hamzah Sulaiman mengapresiasi gerakan sosial yang digagas Garda Indonesia.
Lantaran dinilai mampu membangun solidaritas dan kepedulian masyarakat secara luas, meskipun hanya berawal dari donasi kecil.
"Donasi Rp 10 ribu per bulan ternyata bisa memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Hamzah Sulaiman.
Baca juga: Kisah Pesantren Darur Rasyid Aceh Singkil Bertahan di Tengah Bencana
Sebagai bentuk dukungan nyata, Wakil Bupati Aceh Singkil juga menyatakan kesediaannya untuk bergabung sebagai salah satu donatur tetap Garda Indonesia.
Selain itu, ia memberikan atensi khusus terhadap program ini melalui Dinas Sosial Aceh Singkil yang turut hadir di lokasi kegiatan.
“Setelah rumah ini selesai dibangun, perlu diberikan intervensi bantuan sosial dari Dinas Sosial, seperti kebutuhan untuk mengisi kios agar dapat menunjang ekonomi keluarga penerima manfaat,” katanya, Senin (26/1/2026).
Baca juga: Dua Bulan Pascabanjir, Lumpur dan Sampah Masih Menghantui Warga
Sementara itu, Inisiator Garda Indonesia, Aduwina Pakeh, menjelaskan bahwa rumah yang dibangun kali ini diperuntukkan bagi Mawarni, seorang janda yang mengasuh empat anak yatim yang masih kecil.
“Rumah ini kami desain tidak hanya sebagai tempat tinggal yang layak, tetapi juga dilengkapi dengan ruang kios di bagian depan,” jelas Aduwina Pakeh.
Ia menyatakan bahwa program donasi Rp 10 per bulan merupakan bentuk gerakan gotong royong masyarakat.
Walau sedikit kontribusi, namun dari banyak orang dapat menghasilkan perubahan besar bagi mereka yang membutuhkan.
Baca juga: Harga Emas PerMayam Hari Ini di Banda Aceh Cetak Rekor Tertinggi, 26 Januari 2026 Dijual Naik Segini
Dosen Prodi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Teuku Umar itu menguraikan semenjak program ini dimulai pada Juli 2020 lalu, jumlah donatur yang telah bergabung mencapai 5.513 orang.
Berasal dari berbagai daerah di Indonesia, berbagai latar belakang profesi, usia, pendidikan dan ekonomi.
Aduwina menegaskan bahwa sistem Garda Indonesia sangat sederhana, tidak rumit.
Siapa saja dapat bergabung, nilai donasinya tetap Rp 10 ribu per bulan.
"Target kita suatu saat nanti jumlah donatur dapat mencapai 10.000 orang, saat ini baru tercapai 55 persen dari target tersebut," tukasnya.
Menjadi donatur tetap
Sementara itu penggerak utama Garda Indonesia Wilayah Aceh Singkil, Darwis, ST, yang juga Koordinator Lapangan Pembangunan menyampaikan bahwa pembangunan rumah ketujuh ini merupakan hasil dari kerja bersama para relawan dan donatur yang secara konsisten mendukung program.
Baca juga: Ini Nama-nama Mukim & Keuchik di Aceh Singkil Akan Dilantik 27 Januari 2026
Darwis mengajak masyarakat Aceh Singkil dan daerah lainnya untuk tidak ragu bergabung menjadi donatur tetap.
Sebab semakin banyak yang bergabung, semakin banyak pula rumah layak huni yang bisa dibangun untuk anak yatim dan kaum dhuafa.
Terpisah Keuchik Tanah Barat, Salman Manik menyampaikan rasa terima kasih kepada Garda Indonesia karena telah menetapkan salah satu warganya sebagai penerima manfaat program pembangunan rumah layak huni.
Melalui program ini, Garda Indonesia berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk bergabung sebagai donatur.(*)
Baca juga: Profil Irjen Achmad Kartiko, Mantan Kapolda Aceh yang Dipromosikan Jadi Kalemdiklat Polri
| Cuaca Ekstrem Bikin Jalan Subulussalam–Singkil Tergenang, Hati-hati Melintas |
|
|---|
| Hujan Petir Disertai Angin, Hati-hati Melintas ke Aceh Singkil Sebagian Jalan Tergenang |
|
|---|
| HRD Desak APH Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Warga Aceh Singkil Hingga Tewas di Sumut |
|
|---|
| Waspada! Hujan Petir Landa Wilayah Aceh Singkil |
|
|---|
| Keluarga Korban Desak DPO Penganiayaan Keuchik di Aceh Singkil Segera Ditangkap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/peletakan-batu-pertama-pembangunan-rumah-hasil-donasi-Garda-Indonesia.jpg)