Breaking News
Selasa, 21 April 2026

Berita Aceh Tamiang

Dua Bulan Pascabanjir, Lumpur dan Sampah Masih Menghantui Warga

Tumpukan lumpur dan sampah masih menjadi persoalan serius pascabanjir yang melanda Aceh Tamiang dua bulan lalu.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
Alat berat yang dikerahkan Wan Tanindo ketika membersihkan halaman rumah warga yang masih berlumpur sisa banjir bandang dua bulan lalu. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Tumpukan lumpur dan sampah masih menjadi persoalan serius pascabanjir yang melanda Aceh Tamiang dua bulan lalu.

Keberadaan lumpur ini memaksa masyarakat harus bertahan di pengungsian karena akses ke pemukiman belum sepenuhnya terbuka.

Pemerintah daerah sendiri sudah berjibaku membersihkan lumpur dengan mengerahkan puluhan alat berat.

Namun proses pembersihan ini belum menyentuh seluruh daerah karena damnpak kerusakan banjir yang begitu besar.

“Rumah kami belum bisa ditempati karena lumpur di dalam tidak bisa dibuang, sementara lumpur jalan di samping rumah masih tinggi,” kata Uswah, warga Kebun Tanahterban, Karangbaru, Aceh Tamiang, Senin (26/1/2026).

Baca juga: Kemarin Malam, Emak-emak Kepung Kantor Datok Kampung Kesehatan Aceh Tamiang

Uswah mengaku sudah beberapa kali melihat alat berat masuk ke pemukimannya untuk membersihkan lumpur

Namun yang membuat dia heran, alat berat selalu menyudahi pekerjaannya ketika sudah mendekati rumahnya.

“Selama lumpur di jalan tidak dibersihkan, makan daerah di sini tidak akan bersih,” ungkapnya.

Persoalan ini biasanya diatasi warga secara mandiri dengan menyewa alat berat. Tidak jarang pula negosiasi dengan operator buntu karena tarif yang dipasang tidak disanggupi warga.

“Lumpurnya sudah mulai padat, mustahil bisa dikerjakan manual, memang harus pakai alat berat,” kata Muhammad Irwan, anggota DPRK Aceh Tamiang.

Baca juga: Tak Terbendung! Harga Emas di Banda Aceh Melonjak ke Rp 8,96 Juta per Mayam, Edisi 26 Januari 2026

Wan Tanindo, sapaannya berinisiatif mengerahkan satu unit ekskavator PC 75 untuk membantu warga. 

Proses pembersihan selama tiga hari ini bukan hanya di jalan umum, tapi juga mengangkut lumpur dari halaman warga.

“Sudah dua bulan, tapi kehidupan warga di sini belum normal. Padahal ini hanya berjarak beberapa meter dari kantor bupati dan DPRK Aceh Tamiang,” kata Wan Tanindo.

Politisi Gerindra ini mengatakan alat berat tersebut akan dikerahkannya ke desa lain. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved