Berita Aceh Tamiang
Dua Bulan Pascabanjir, Lumpur dan Sampah Masih Menghantui Warga
Tumpukan lumpur dan sampah masih menjadi persoalan serius pascabanjir yang melanda Aceh Tamiang dua bulan lalu.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Tumpukan lumpur dan sampah masih menjadi persoalan serius pascabanjir yang melanda Aceh Tamiang dua bulan lalu.
Keberadaan lumpur ini memaksa masyarakat harus bertahan di pengungsian karena akses ke pemukiman belum sepenuhnya terbuka.
Pemerintah daerah sendiri sudah berjibaku membersihkan lumpur dengan mengerahkan puluhan alat berat.
Namun proses pembersihan ini belum menyentuh seluruh daerah karena damnpak kerusakan banjir yang begitu besar.
“Rumah kami belum bisa ditempati karena lumpur di dalam tidak bisa dibuang, sementara lumpur jalan di samping rumah masih tinggi,” kata Uswah, warga Kebun Tanahterban, Karangbaru, Aceh Tamiang, Senin (26/1/2026).
Baca juga: Kemarin Malam, Emak-emak Kepung Kantor Datok Kampung Kesehatan Aceh Tamiang
Uswah mengaku sudah beberapa kali melihat alat berat masuk ke pemukimannya untuk membersihkan lumpur.
Namun yang membuat dia heran, alat berat selalu menyudahi pekerjaannya ketika sudah mendekati rumahnya.
“Selama lumpur di jalan tidak dibersihkan, makan daerah di sini tidak akan bersih,” ungkapnya.
Persoalan ini biasanya diatasi warga secara mandiri dengan menyewa alat berat. Tidak jarang pula negosiasi dengan operator buntu karena tarif yang dipasang tidak disanggupi warga.
“Lumpurnya sudah mulai padat, mustahil bisa dikerjakan manual, memang harus pakai alat berat,” kata Muhammad Irwan, anggota DPRK Aceh Tamiang.
Baca juga: Tak Terbendung! Harga Emas di Banda Aceh Melonjak ke Rp 8,96 Juta per Mayam, Edisi 26 Januari 2026
Wan Tanindo, sapaannya berinisiatif mengerahkan satu unit ekskavator PC 75 untuk membantu warga.
Proses pembersihan selama tiga hari ini bukan hanya di jalan umum, tapi juga mengangkut lumpur dari halaman warga.
“Sudah dua bulan, tapi kehidupan warga di sini belum normal. Padahal ini hanya berjarak beberapa meter dari kantor bupati dan DPRK Aceh Tamiang,” kata Wan Tanindo.
Politisi Gerindra ini mengatakan alat berat tersebut akan dikerahkannya ke desa lain.
| Tragis, Seekor Kera di Aceh Tamiang Muncul dengan Kondisi Lengan Hanya Menyisakan Tulang |
|
|---|
| Harga Laptop di Aceh Tamiang Merangkak Naik, Toko Tahan Pesanan |
|
|---|
| Mengulik Efek Kenaikan BBM Nonsubsidi di Aceh Tamiang, Antara Stabilitas Stok & Kekhawatiran Ekonomi |
|
|---|
| Pemkab Aceh Tamiang Serahkan Data Korban Banjir ke Kemensos, Sasar Pemulihan Ekonomi |
|
|---|
| 163 KK Warga Lubuksidup Aceh Tamiang Pindah ke Huntara, Begini Prosesnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/alat-berat-bersihkan-lumpur-pasca-banjir-di-aceh-tamiang.jpg)