Kamis, 23 April 2026

Berita Aceh Besar

Bawaslu Aceh Besar Bahas Pencegahan Politik Uang dengan Rektor ISBI Aceh

Bawaslu Aceh Besar bersilaturahmi dengan Rektor ISBI Aceh untuk membahas pencegahan praktik politik uang dalam Pemilu.

Penulis: Saifullah | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
DISKUSI MONEY POLITIK - Pimpinan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Aceh Besar melakukan silaturahmi sekaligus diskusi terkait pencegahan money politik dengan Rektor Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, Prof Dr Wildan, MPd pada Senin (26/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Bawaslu Aceh Besar bersilaturahmi dengan Rektor ISBI Aceh untuk membahas pencegahan praktik politik uang dalam Pemilu.
  • Pertemuan menekankan pentingnya kolaborasi dengan perguruan tinggi guna memperkuat pengawasan partisipatif.
  • ISBI Aceh menyatakan siap mendukung kerja-kerja Bawaslu, termasuk melalui rencana perpanjangan MoU tentang pengawasan Pemilu.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saifullah | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, JANTHO – Jajaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Aceh Besar melakukan silaturahmi sekaligus diskusi dengan Rektor Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, Prof Dr Wildan, MPd, beserta jajaran stafnya pada Senin (26/1/2026).

Pertemuan sekaligus diskusi dalam suasana penuh keakraban tersebut berlangsung di ruang kerja Rektor ISBI Aceh, Kota Jantho, Aceh Besar.

Silaturahmi ini dipimpin oleh Safriadi Ibrahim, salah seorang pimpinan Bawaslu Aceh Besar yang juga menjabat sebagai Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (P3S). 

Agenda utama pertemuan adalah membahas upaya pencegahan praktik money politik atau politik uang dalam Pemilu.

Hal ini sesuai dengan instruksi Ketua Bawaslu RI Nomor 2 Tahun 2026 tentang Konsolidasi Demokrasi dan Penguatan Penyelenggaraan Pemilu di luar tahapan resmi.

Rektor ISBI Aceh, Prof Dr Wildan menyambut baik kunjungan pimpinan Bawaslu Aceh Besar tersebut. 

Baca juga: Bawaslu Aceh Selatan Awasi Pemutakhiran Data Partai Politik

Ia menegaskan pentingnya membangun kesadaran masyarakat agar memilih berdasarkan kapasitas calon, bukan karena iming-iming uang atau bentuk pemberian lainnya.

“Kedepan kita berharap rakyat memilih sesuai kapasitas calon tanpa ada iming-iming dalam bentuk uang atau hal lainnya,” kata Rektor ISBI Aceh.

“Bawaslu harus melibatkan banyak pihak agar money politik tidak terjadi, dan ISBI siap mendukung kerja-kerja Bawaslu dalam pengawasan Pemilu,” ujar Prof. Wildan.

Safriadi Ibrahim menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Rektor ISBI Aceh

Pimpinan Bawaslu Aceh Besar ini menekankan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi sangat penting untuk memperkuat pengawasan partisipatif.

“Insya Allah, Bawaslu Aceh Besar dan ISBI Aceh dalam waktu dekat akan memperpanjang MoU tentang keterlibatan ISBI dalam pengawasan Pemilu secara partisipatif, pendidikan politik, dan hal-hal lain terkait kepemiluan,” ungkap Safriadi.

Baca juga: Bawaslu Aceh Besar Tanam ‘Pohon Integritas’ di Halaman Kantor, Pilih Pohon Manggis, Ini Maknanya

Selain diskusi, Bawaslu Aceh Besar juga menyerahkan buku karya mereka tentang penyelenggaraan Pemilu 2024 di Aceh Besar yang berlangsung sukses, damai, dan tertib. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved