Berita Pidie Jaya
Kisah Korban Banjir Terjebak di Plafon Rumah Hingga Anak Menangis Akibat Kelaparan
Beragam kisah memilukan dialami korban banjir di Kabupaten Pidie Jaya, saat dikepung banjir bandang.
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Muhammad Hadi
Ringkasan Berita:Banyak kisah yang dirasakan korban banjir di Aceh termasuk di Kabupaten Pidie JayaAda yang bertahan di atas pohon hingga yang bertahan di plafon rumah seperti di Gampong Blang Cut, Kecamatan Meurah Dua, Pidie JayaMereka bukan hanya dilanda kepanikan akibat datangnya banjir, tapi juga kelaparan bertahan dari kepungan banjir
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Beragam kisah memilukan dialami korban banjir di Kabupaten Pidie Jaya, saat dikepung banjir bandang.
Sebagian korban menyelamatkan diri bersama keluarga dengan spring bed dan ada warga bertahan di atas pohon, yang hanya memakan daun.
Selain itu, ada warga nekad bertahan di atas plafon rumahnya dengan kondisi kelaparan, karena tidak bisa lagi keluar akibat ketinggian air mencapai tiga meter hingga lima meter.
Kisah sedih pernah dirasakan korban banjir itu jika dikenang harus meneteskan air mata.
Karena penyelamatan dilakukan warga yang harus bertarung dengan maut akibat banjir yang sangat dasyat terjadi dipenghujung tahun 2025.
"Kami bertahan bersama keluarga di atas plafon rumah selama tiga hari tiga malam, karena ketinggian air mencapai tiga meter," kata Zulfahmi Akbar (36) didampingi isterinya Fitri Asrianti (34) warga Gampong Blang Cut, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya kepada Serambinews.com, Senin (26/1/2026).
Baca juga: Malam Mencekam di Blang Awe, Asiah dan Suami Lari Sambil Gendong Anak, Semua Lenyap tak Bersisa
Dikisahkan, banjir terjadi di Pidie Jaya, Rabu (26/11/2026), akibat hujan turun terus menerus. Pukul 10.00 WIB, banjir mulai menerobos ke dalam rumah warga.
Sekitar pukul 14.00 WIB, ternyata ketinggian air mencapai tiga meter, akibat hujan tidak berhenti.
Sehingga Zulfahmi Akbar dan isteri bersama anaknya memutuskan naik ke atas plafon rumah sekitar pukul 22.00 WIB, dengan melubangi plafon rumahnya.
Listrik mati sehingga suasana sangat gelap. Di telinganya hanya terdengar suara derasnya air di bawa yang sesekali menghantam dinding rumah.
Zulfahmi terus membasahi bibirnya dengan kalimat tauhid, yang diucapkan silih berganti.
Kata Zulfahmi, pada Kamis (27/1/2025), pagi, hujan yang masih turun, ia melihat sekeliling rumahnya sudah berubah menjadi aliran sungai. Air mengalir sangat deras.
Zulfahmi melihat tetangganya terjebak di atas kanopi rumah. Sehingga Zulfahmi membantu tetangga dengan membuat jembatan darurat di atas genangan banjir, dengan memamfaatkan sebatang kayu.
"Kami berhasil menjemput tetangga, sehingga jumlah jiwa bertahan di atas plafon rumah saya 21 orang.
| Meninggal di Malaysia setelah 23 Tahun Merantau, Jenazah Warga Aceh Dipulangkan Haji Uma dan GAB |
|
|---|
| Jaksa Eksekusi Cambuk Penjudi di Pidie Jaya, Pemkab Dukung Penegakan Syariat Islam |
|
|---|
| Pemkab Pidie Jaya 12 Kali Raih WTP, Bupati: Wujudkan Tata Kelola Pemerintah Bebas Korupsi |
|
|---|
| 6 Bulan Tanpa Listrik, Warga Pidie Jaya Akhirnya Dapat Harapan Setelah Haji Uma Surati PLN Aceh |
|
|---|
| Gaji ke-13 Jatah 3.700 ASN Pijay Segera Dibayar Pemkab, Begini Penjelasan Sekda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kisah-korban-banjir-di-pidie-jaya_hari-ini.jpg)