Selasa, 21 April 2026

Berita Sabang

Bikin Bangga! Bocah Asal Sabang Juara Kompetisi Sains Internasional, Riset Limbah MBG

Athar Al Falah, bocah asal Sabang, meraih juara pertama kompetisi sains internasional IYSA di UGM.

Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
BOCAH BERPRESTASI - Athar Al Falah, pelajar SDasal Kota Sabang saat memamerkan medali juara di ajang sains internasional dengan meraih juara pertama kompetisi yang diselenggarakan International Youth Science Association (IYSA) di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Kompetisi tersebut diikuti peserta dari berbagai sekolah unggulan dan internasional. 

Ringkasan Berita:
  • Athar Al Falah, bocah asal Sabang, meraih juara pertama kompetisi sains internasional IYSA di UGM.
  • Ia menonjol lewat riset pengolahan limbah nasi menjadi pupuk cair ramah lingkungan yang mendapat apresiasi juri.
  • Prestasi ini membanggakan masyarakat Sabang dan menjadi motivasi bagi pelajar daerah untuk berinovasi.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS.COM, SABANG - Athar Al Falah, pelajar sekolah dasar (SD) asal Kota Sabang mencatatkan prestasi di ajang sains internasional dengan meraih juara pertama kompetisi yang diselenggarakan International Youth Science Association (IYSA) di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. 

Kompetisi tersebut diikuti peserta dari berbagai sekolah unggulan dan internasional.

Athar yang saat ini menempuh pendidikan di Solo tampil menonjol berkat riset sederhana namun aplikatif mengenai pengolahan limbah nasi sisa program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. 

Dalam penelitiannya, nasi yang tidak terpakai diolah menjadi pupuk cair ramah lingkungan yang dinilai memiliki manfaat nyata dalam mengurangi limbah makanan.

Selain meraih medali emas, Athar juga memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan di seluruh Jurusan Fakultas Sains Universitas Gadjah Mada (UGM) setelah menyelesaikan pendidikan menengah atas. 

Capaian ini menjadi pengakuan atas kualitas gagasan dan presentasi ilmiah yang disampaikannya.

Kemampuan Athar memaparkan karya ilmiah dalam Bahasa Inggris mendapat perhatian dewan juri. 

Baca juga: Ketua FKDT Aceh Puji Program Diniyah di Banda Aceh, Bina Anak-anak Berprestasi dan Berakhlak Mulia

Keterampilan tersebut terbentuk dari kebiasaan berinteraksi dengan wisatawan asing sejak kecil saat mendampingi orangtuanya yang bekerja sebagai pemandu wisata dan pengelola tur kapal pesiar di Teluk Sabang.

“Sempat merasa gugup, tapi saya mencoba tetap tenang dan percaya diri,” ujar Athar dalam keterangan yang diterima media, Rabu (28/1/2026).

Dewan juri menilai Athar mampu melihat persoalan lingkungan dari sudut pandang anak-anak tanpa kehilangan substansi ilmiah. 

Ia dinilai memahami hubungan antara masalah, dampak, dan solusi berkelanjutan yang ditawarkan melalui penelitiannya.

Keberhasilan Athar menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sabang

Cucu Pak Kana Balohan ini membuktikan bahwa latar belakang daerah bukan penghalang untuk berprestasi di tingkat dunia. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved