Kamis, 30 April 2026

Kader PA di DPRA Diminta Solid Dukung Pemerintah Aceh

“Gubernur berasal dari PA dan Ketua DPRA juga dari PA, tentu tidak sulit membangun komunikasi internal,” katanya.

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Faisal Zamzami
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Sekretaris DPW Partai Aceh (PA) Kota Subulussalam Ardhiyanto Ujung, SE. 

Ringkasan Berita:
  • Sekretaris DPW Partai Aceh (PA) Kota Subulussalam, Ardhiyanto Ujung, SE, meminta seluruh kader Partai Aceh yang duduk di DPRA untuk solid dan mendukung Pemerintah Aceh.
  • Permintaan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan Ketua DPRA yang dinilai mengkritisi kinerja Pemerintah Aceh, khususnya terhadap Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir.
  • Menurut Ardhiyanto, pernyataan tersebut terkesan di mata publik sebagai bentuk serangan terhadap sosok Sekda Aceh yang juga menjabat sebagai Ketua TAPA.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Dede Rosadi | Subulussalam 

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Sekretaris DPW Partai Aceh (P) Kota Subulussalam, Ardhiyanto Ujung, SE, meminta seluruh kader Partai Aceh yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk solid dan mendukung Pemerintah Aceh.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan Ketua DPRA yang dinilai mengkritisi kinerja Pemerintah Aceh, khususnya terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir.

Menurut Ardhiyanto, pernyataan tersebut terkesan di mata publik sebagai bentuk serangan terhadap sosok Sekda Aceh yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA).

“Kami berharap komunikasi dan pernyataan yang disampaikan oleh kader PA di DPRA dapat disaring dengan baik, sehingga tidak menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat Aceh,” ujar Ardhiyanto, Kamis (29/1/2026).

Baca juga: Terkait Penggantian Anggota DPRA dari PA, DKPP Sanksi Seluruh Komisioner KIP Aceh

Anggota DPRK Subulussalam itu menegaskan bahwa Sekda merupakan figur penting dalam pemerintahan dan merupakan pejabat yang mendapat kepercayaan penuh dari Gubernur Aceh.

Menurutnya, apabila terdapat persoalan dalam pemerintahan, seharusnya dapat dikomunikasikan secara langsung antara Ketua DPRA dan Gubernur Aceh, bukan melalui pernyataan terbuka di media.

“Gubernur berasal dari PA dan Ketua DPRA juga dari PA, tentu tidak sulit membangun komunikasi internal,” katanya.

Ardhiyanto juga menyoroti kondisi Aceh yang saat ini masih dalam masa pemulihan pascabencana alam. Ia menilai seluruh pihak, termasuk legislatif, perlu menahan diri dalam menyampaikan pernyataan ke publik dan mengedepankan semangat persatuan.

Ia menambahkan, DPRA sebagai bagian dari Pemerintahan Aceh memiliki peran strategis dalam mendukung jalannya pemerintahan yang dipimpin Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem).

“Kami berharap Pemerintah Aceh dan DPR Aceh dapat saling bahu-membahu dalam membangun Aceh serta memperjuangkan kesejahteraan seluruh rakyat Aceh,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ardhiyanto menilai momentum saat ini sangat penting karena kekuasaan eksekutif dan legislatif sama-sama dipegang oleh Partai Aceh. Hal tersebut seharusnya dimanfaatkan untuk kemajuan Aceh dan penguatan partai.

Ia juga mengingatkan agar pengalaman masa lalu, ketika perpecahan terjadi saat PA memegang tampuk pemerintahan, dijadikan pelajaran bersama.

“Kita tidak ingin mengulang kembali sejarah kelam itu,” tutup Ardhiyanto. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved