Selasa, 5 Mei 2026

Berita Bireuen

100 Mahasiswa UNIKI Bireuen Ikut Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Pasca Bencana Sumatra 2026

UNIKI Bireuen melepas 100 mahasiswa bersama dosen untuk Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Pasca Bencana di Sumatera 2026.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
PELEPASAN MAHASISWA - UNIKI Bireuen pad Kamis (29/1/2026), melepas 100 mahasiswa bersama sejumlah dosen untuk melaksanakan Program Mahasiswa Berdampak Banjir & Pemulihan Pascabencana di Sumatra Tahun 2026, dengan lokasi pengabdian di Kecamatan Juli, Bireuen dan Kecamatan Bintang, Aceh Tengah. 

Ringkasan Berita:
  • UNIKI Bireuen melepas 100 mahasiswa bersama dosen untuk Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Pasca Bencana di Sumatera 2026.
  • Kegiatan difokuskan pada Women Recovery Project di Bireuen dan pemberdayaan kelompok tani kopi di Aceh Tengah.
  • Program ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen kembali menunjukkan komitmennya terhadap pengabdian masyarakat dengan melaksanakan Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Pasca Bencana di Sumatera Tahun 2026. 

Program ini digelar melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIKI, bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Sebanyak 100 mahasiswa bersama sejumlah dosen dilepas pada Rabu (28/1/2026), untuk melaksanakan pengabdian di dua lokasi.

Yakni, Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, serta Desa Kala Segi, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah.

Wakil Rektor I UNIKI, Dr Taufik, MPd dalam sambutannya menegaskan, bahwa program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses pemulihan masyarakat terdampak bencana.

Tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi juga pada tahap rehabilitasi dan pemberdayaan berkelanjutan.

Baca juga: Alumni Magister Manajemen UNIKI Dominasi Jabatan Kepala SMA, SMK, dan SLB di Bireuen

“Melalui integrasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa didorong menjadi agen perubahan sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.

Pada tahun 2026, UNIKI melibatkan dua organisasi kemahasiswaan, yakni Himpunan Mahasiswa Akuntansi dan Himpunan Mahasiswa Hukum, yang didampingi oleh tim dosen lintas disiplin.

Tim dosen pelaksana terdiri dari:

  • Murni SE MSi (Akuntansi)
  • Dian Eriani SH MH (Hukum)
  • Cut Fadhillah SKom MKom dan Khairunnisak SKom MKom (Informatika)
  • Emalia Ariska SE MSM (Manajemen)
  • Hilda Pratiwi SP MPt (Pertanian)

Program Mahasiswa Berdampak kali ini memiliki dua kegiatan utama:

  • Women Recovery Project – Penguatan kemandirian perempuan melalui optimalisasi home industry untuk keberlanjutan usaha pascabencana di Desa Balee Panah, Juli, Bireuen.
  • Pemulihan Sosial Ekonomi – Pemberdayaan kelompok tani kopi dan karang taruna di Desa Kala Segi, Kecamatan Bintang, Aceh Tengah, sebagai upaya pemulihan pasca banjir bandang dan longsor.

Baca juga: BEM FAI UNIKI Bireuen Gelar Trauma Healing di Desa Kubu Peusangan Siblah Krueng

Dalam arahannya, Wakil Rektor I dan Ketua LPPM UNIKI menekankan pentingnya mahasiswa menjaga etika, sopan santun, serta menghormati kearifan lokal selama berada di tengah masyarakat.

Mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan program secara optimal agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat terdampak bencana.

Wakil Rektor III, Dr H Kamaruddin menambahkan, bahwa program ini adalah bentuk pembelajaran nyata bagi mahasiswa sekaligus kontribusi langsung perguruan tinggi kepada masyarakat. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved