Rabu, 29 April 2026

Aceh Tengah

GEN-A Edukasi Standar Jurnalisme Warga bagi Penyintas Bencana di Takengon

Di tengah situasi bencana, ponsel warga kerap menjadi alat pertama yang merekam peristiwa. Video dan foto menyebar cepat...

Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO
EDUKASI WARGA - Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) bersama MIT Foundation menggelar edukasi Standar Jurnalisme Warga bagi masyarakat terdampak bencana di Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (28/1/2026). 

Ketua Tim Reaksi Cepat GEN-A (TRC GEN-A), dr. Intan Qanita, menilai edukasi jurnalisme warga memiliki peran strategis dalam respons bencana. Berdasarkan pengalaman tim di lapangan, banyak laporan awal berasal dari warga sekitar.

“Informasi dari masyarakat sangat menentukan. Jika disampaikan dengan standar yang baik, itu membantu kami bergerak cepat dan tepat. Jika keliru, justru bisa menghambat,” jelas dr. Intan.

Ia menambahkan bahwa membekali warga dengan prinsip dasar jurnalisme warga berarti memperkuat ketangguhan komunitas itu sendiri.

Baca juga: Momen Mendikdasmen Ajar Langsung Siswa di SMPN 22 Takengon Aceh Tengah

Direktur Eksekutif GEN-A, dr. Imam Maulana, menegaskan bahwa edukasi ini merupakan bagian dari upaya menjaga martabat penyintas bencana. Menurutnya, penyintas bukan objek tontonan, melainkan manusia yang memiliki hak atas privasi dan kebenaran informasi.

“Lengkapi identitas, waktu, dan tempat. Rekam fakta, bukan asumsi. Bijak bermedia di situasi bencana. Ini bukan sekadar slogan, tapi nilai yang ingin kami tanamkan,” ujar Imam.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang bergerak bersama GEN-A serta para donatur yang telah memberikan kepercayaan, meski tidak dapat disebutkan satu per satu.

“Kami bersyukur atas solidaritas yang terus mengalir. Kolaborasi dengan MIT Foundation dan dukungan dari Sabah menunjukkan bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas,” katanya.

Melalui edukasi singkat namun bermakna ini, GEN-A dan MIT Foundation berharap masyarakat terdampak bencana di Takengon dapat menjadi penyampai informasi yang lebih bertanggung jawab. Dengan begitu, video dan laporan warga tidak hanya menjadi rekaman peristiwa, tetapi juga jembatan solidaritas yang membantu pemulihan bersama.(rel/*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved