Kamis, 7 Mei 2026

Aceh Tengah

Siswa SDN 9 Kebayakan Dapat Pendampingan Psikososial Lewat Metode Bermain dan Bercerita

Di tengah proses pemulihan pascabencana, siswa-siswi sekolah dasar tersebut menyambut kedatangan relawan Aksi Kemanusiaan...

Tayang:
Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO
PSIKOSOSIAL - Siswa SDN 9 Kebayakan Aceh Tengah dapat pendampingan psikososial lewat metode bermain dan bercerita, beberapa waktu lalu. 

 

Ringkasan Berita:
  • Relawan Aksi Kemanusiaan Batch 7 GEN-A dan MIT Foundation dampingi psikososial anak di SD Negeri 9 Kebayakan, Aceh Tengah
  • Anak-anak belajar Didong dan tarian Gayo, ekspresi diri, dan nilai spiritual sebagai jangkar emosi. 
  • "Anak-anak merasa sekolah kembali aman dan menyenangkan," kata dr. Imam Maulana.

 

SERAMBINEWS.COM, ACEH TENGAH - Suasana ruang kelas SD Negeri 9 Kebayakan, Aceh Tengah, mendadak hidup oleh lantunan syair dan tepukan ritmis khas Gayo, Rabu (28/1/2026). Di tengah proses pemulihan pascabencana, siswa-siswi sekolah dasar tersebut menyambut kedatangan relawan Aksi Kemanusiaan Batch 7 dari Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) dan MIT Foundation dengan Didong dan tarian Gayo, sebuah sambutan yang sarat makna sekaligus menjadi bagian dari proses pendampingan psikososial anak. Kegiatan ini rangkaian dari penyaluran donasi dari masyarakat Negeri Sabah, Malaysia. 

Didong dipimpin oleh Fathan, siswa kelas 2 SD, bersama 13 teman sebayanya. Dengan penuh percaya diri, mereka melantunkan syair-syair sederhana yang mencerminkan kebersamaan dan semangat bangkit. Menariknya, anak-anak tersebut mengaku belajar Didong secara mandiri, tanpa pelatihan khusus. Sedangkan tarian dipersembahkan oleh 4 orang siswi kelas 5 dan 6.

“Kami belajar sendiri, saling mengingatkan. Kalau lupa syair, teman bantu,” ujar Fathan polos, disambut senyum para relawan dan guru.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pendampingan psikososial yang dilaksanakan GEN-A dan MIT Foundation di sekolah-sekolah terdampak bencana di Kecamatan Kebayakan. Pendekatan yang digunakan menempatkan budaya lokal dan ekspresi anak sebagai pintu masuk pemulihan, agar anak-anak dapat kembali merasa aman, didengar, dan dihargai.

Pendampingan difasilitasi oleh dr. Imam Maulana, Trainer GEN-A, bersama Ns. Zafira Nabilah, S.Kep , Edukator GEN-A, serta didukung oleh para relawan mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kebayakan. Para relawan mahasiswa turut berperan aktif mendampingi anak-anak dalam aktivitas bermain, bernyanyi, menggambar, dan bergerak bersama.

“Anak-anak tidak selalu mampu mengungkapkan perasaan dengan kata-kata. Melalui seni, gerak, dan permainan, mereka menemukan cara bercerita yang aman,” kata dr. Imam Maulana.

“Didong dan tarian Gayo bukan sekadar pertunjukan. Itu adalah bahasa emosi mereka.”

Menurut Imam, pendekatan berbasis budaya lokal membuat anak lebih nyaman dan terhubung dengan identitasnya sendiri. Hal ini penting untuk membangun kembali rasa percaya diri dan kebersamaan di lingkungan sekolah setelah mengalami situasi darurat.

Ns. Zafira menambahkan bahwa pendampingan psikososial bagi anak perlu dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan tidak mengintimidasi.

“Kami ingin anak-anak merasa sekolah kembali menjadi tempat yang aman dan menyenangkan. Dengan bermain dan berekspresi, mereka belajar bahwa perasaan mereka valid dan mereka tidak sendirian,” ujarnya.

Pendampingan psikososial dilakukan melalui metode bermain bersama, saling mengenal, berbagi cerita, serta diskusi ringan tentang cita-cita. Anak-anak diajak menyebutkan mimpi mereka, mulai dari ingin menjadi guru, dokter, tentara, hingga ustaz, lalu berdiskusi sederhana tentang bagaimana mewujudkannya.

Di sinilah konsep doa–ikhtiar–tawakkal–tawadhu diperkenalkan secara kontekstual. Anak-anak diajak memahami bahwa berdoa memberi ketenangan hati, ikhtiar berarti berusaha sungguh-sungguh, tawakkal adalah menyerahkan hasil kepada Allah setelah berusaha, dan tawadhu mengajarkan rendah hati serta kebersamaan.

Materi disampaikan oleh dr. Imam Maulana, Trainer GEN-A, bersama Ns. Zafira Nabilah, S.Kep , Edukator GEN-A, serta didukung oleh relawan mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kebayakan. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved