Berita Banda Aceh
21 Proposal USK Lolos Pendanaan Program Mahasiswa Berdampak, Libatkan 1.000 Mahasiswa
Menurut Rektor USK, Prof Dr Ir Marwan, program ini melibatkan 1.000 mahasiswa USK yang akan disebar ke tujuh kabupaten/kota di Aceh.
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Nur Nihayati
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yarmen Dinamika | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh mencatatkan partisipasi yang signifikan dalam agenda nasional melalui Program Mahasiswa Berdampak Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana Sumatra Tahun 2026.
Sebanyak 21 proposal dari universitas terkemuka di Aceh ini dinyatakan lolos seleksi untuk melaksanakan program pemberdayaan masyarakat dalam rangka pemulihan dampak bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatra.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) ini bertujuan untuk mengintegrasikan inovasi akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan. Berdasarkan surat pengumuman resmi nomor 0156/C3/AL.04/2026 tanggal 26 Januari 2026, USK menjadi salah satu dari 82 perguruan tinggi di Indonesia yang siap dan dipercaya untuk menjalankan program pengabdian tersebut.
Menurut Rektor USK, Prof Dr Ir Marwan, program ini melibatkan 1.000 mahasiswa USK yang akan disebar ke tujuh kabupaten/kota di Aceh.
Wilayah sasaran mencakup Pidie Jaya dengan delapan kegiatan, Bireuen enam kegiatan, Aceh Tengah dan Bener Meriah masing-masing dua kegiatan, serta Aceh Aceh Utara, Aceh Timur, dan Gayo Lues masing-masing satu kegiatan.
Selama satu bulan penuh, terhitung sejak 28 Januari hingga 28 Februari 2026, para mahasiswa USK akan fokus pada dua aspek utama, yaitu tanggap darurat pada sektor pangan, energi, kesehatan, dan pemulihan ekonomi melalui pendekatan ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.
Secara keseluruhan, sebut Rektor USK, terdapat 84 proposal dari berbagai perguruan tinggi di Aceh yang
mendapatkan pendanaan dari total 203 proposal terpilih di tingkat regional.
Setelah USK, kata Marwan, Universitas Samudra (Unsam) Langsa menyumbang 18 proposal, diikuti Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh dengan delapan proposal, dan Universitas Almuslim (Umuslim) Bireuen dengan lima proposal.
Sejumlah kampus lain, seperti Institut Seni Budaya Aceh (ISBI) Aceh, Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) Banda Aceh, Universitas Jabal
Ghafur (Unigha) Pidie, dan Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara masing-masing meloloskan tiga proposal.
Sementara itu, beberapa institusi lainnya berkontribusi dengan jumlah satu hingga dua proposal per perguruan tinggi. Di antaranya Universitas Abulyatama (Unaya) Aceh Besar dan Uniki Bireuen.
Pihak Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) menjelaskan bahwa
mekanisme pencairan dana hibah akan dilakukan dalam satu tahap (100 persen) melalui kontrak dengan lembaga perguruan tinggi terkait. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran
operasional mahasiswa saat berada di lokasi pengabdian.
Menurut Rektor USK, Prof Marwan keterlibatan ini merupakan bagian dari
upaya universitas dalam memberikan solusi bagi permasalahan sosial dan ekonomi pascabencana.
Ia berharap, melalui kreativitas mahasiswa, proses pemulihan masyarakat di wilayah-wilayah terdampak dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Disebutkan juga bahwa total proposal yang didanai dalam program ini adalah 203 dari 600 proposal yang di-submit ke BIMA oleh perguruan tinggi di bawah naungan Kemendiktisaintek.
Adapun proposal perguruan tinggi di Aceh yang didanai mencapai 84 proposal, yaitu 21 proposal dari USK, 18 proposal dari Unsam, 8 proposal dari UTU, 5 proposal dari Umuslim, masing-masing 3 proposal dari ISBI Aceh, UBBG, Unigha, dan Unimal masing-masing 2 proposal dari STMIK Indonesia Banda Aceh, Unaya, Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki), dan Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh.
Kemudian, Politeknik Negeri Lhokseumawe, Sekolah Tinggi
Ilmu Ekonomi Sabang, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah Takengon, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jabal Ghafur, STIKes Medika Nurul Islam, STIKes Muhammadiyah
Lhokseumawe, Universitas Alwashliyah, Universitas Bumi Persada, Universitas Nurul Hasanah Kutacane, Universitas Serambi Mekkah, Universitas Tjut Nyak Dhien, dan Universitas Ubudiyah
Indonesia masing-masing satu proposal. (*)
| Pergub JKA Resmi Dicabut, Bunda Salma: Bukti Cinta Mualem untuk Rakyat Aceh |
|
|---|
| Pengamat ekonomi: Pencabutan Pergub JKA Akhiri Polemik dan Perkuat Hak Kesehatan Rakyat Aceh |
|
|---|
| Berupaya Wujudkan Pendidikan Aceh yang Hebat dan Bermartabat, MKKS SMA Aceh Gelar Rakor |
|
|---|
| Disdukcapil 'Jemput Bola', Kini 99,3 Persen Warga Banda Aceh Miliki KTP-el |
|
|---|
| Wagub Aceh Pimpin Rakor Percepatan Pemulihan Pascabencana, Persoalan Huntap dan Jadup Mencuat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mahasiswa-usk-3101.jpg)